Share

Elon Musk Buka Lowongan Kerja Usai PHK Massal di Twitter

Antara, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713168 elon-musk-buka-lowongan-kerja-usai-phk-massal-di-twitter-4TNxQ7bm1Y.png Elon Musk buka lowongan kerja (Foto: Reuters)

JAKARTA – Elon Musk siap buka lowongan kerja di Twitter usai melakukan PHK massal. Setelah hampir satu bulan melakukan PHK massal di Twitter, Elon Musk mengaku kini siap merekrut karyawan baru.

Setelah Twitter dimiliki Elon Musk, sebanyak 7.500 karyawan berhenti bekerja.

"Dalam urusan perekrutan yang penting saat ini, saya akan bilang para pencipta perangkat lunak menjadi prioritas paling tinggi," kata CEO Tesla Elon Musk dalam pertemuan perdana-nya dengan karyawan Twitter dilansir dari Antara, Rabu (23/11/2022).

Selama satu setengah jam memimpin pertemuan dan menjawab pertanyaan para pegawai Twitter yang bertahan, Elon memastikan tidak akan memindahkan kantor pusat Twitter di Amerika Serikat dari San Fransisco ke Texas.

Meski begitu, hal itu tidak menutup kemungkinan akan adanya dua kantor pusat di California dan Texas.

Lebih lanjut dia mengakui bahwa upaya menyusun ulang Twitter sebagai sebuah organisasi memang akan memakan waktu dan mengalami jatuh bangun.

Namun Elon menjanjikan perusahaan Twitter di bawah kepemimpinannya akan mulai stabil dari waktu ke waktu. Dia pun kemudian menegaskan membangun teknologi kembali menjadi salah satu langkahnya menyusun kembali Twitter.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Beberapa negara yang diprioritaskan untuk hal itu ialah Jepang, India, Indonesia, dan Brazil.

"Untuk menjadi pusat kota digital, kita harus mewakili orang-orang dengan pandangan yang beragam, meski kita tidak setuju dengan pandangan itu," katanya.

Sebelumnya, Elon Musk setelah resmi membeli Twitter melakukan banyak pemecatan terhadap karyawan perusahaan media sosial tersebut.

Termasuk dengan para pengembang teknologi, para jajaran direksi seperti CEO, CTO, dan CFO, serta pegawai dari bagian penjualan.

Tidak lama setelah itu, Elon memberikan mandat agar para pegawai yang tersisa harus melakukan kerja dari kantor untuk membangun kembali Twitter.

Dan hal itu memicu banyak protes, sehingga mengakibatkan ribuan pegawai mengundurkan diri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini