Beberapa negara yang diprioritaskan untuk hal itu ialah Jepang, India, Indonesia, dan Brazil.
"Untuk menjadi pusat kota digital, kita harus mewakili orang-orang dengan pandangan yang beragam, meski kita tidak setuju dengan pandangan itu," katanya.
Sebelumnya, Elon Musk setelah resmi membeli Twitter melakukan banyak pemecatan terhadap karyawan perusahaan media sosial tersebut.
Termasuk dengan para pengembang teknologi, para jajaran direksi seperti CEO, CTO, dan CFO, serta pegawai dari bagian penjualan.
Tidak lama setelah itu, Elon memberikan mandat agar para pegawai yang tersisa harus melakukan kerja dari kantor untuk membangun kembali Twitter.
Dan hal itu memicu banyak protes, sehingga mengakibatkan ribuan pegawai mengundurkan diri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)