Share

Wamenparekraf Ungkap Ekonomi Digital RI Terbesar di Asean

Novie Fauziah, Okezone · Selasa 29 November 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 320 2717125 wamenparekraf-ungkap-ekonomi-digital-ri-terbesar-di-asean-q6cTZeECRS.jfif Wamenparekraf Soal Ekonomi Digital. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi meningkatnya ekonomi digital di Indonesia, khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf).

"Melihat kondisi ekonomi digital Indonesia yang meningkat dengan pesat, beberapa tahun belakangan ini. Didukung dengan populasi kita yang muda, produktif, serta akselerasi digital di tengah kehidupan masyarakat, akibat pandemi Covid-19," ujarnya dalam day 3: Future & Ecosystems” (Towards Metaverse, Smart & Safe Nation, Digital Economy & Startup, Future Data Science &AI) secara virtual, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Wamenparekraf Angela Bahas Ekonomi Digital di DataGovAI 2022

Dia mengatakan, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 20% dari tahun 2021 sampai tahun 2025 menjadi USD146 miliar. Serta diprediksi akan mencapai USD330 miliar pada 2030 dengan e-commerce sebagai pendorong utamanya.

Dia melanjutkan, perkembangan ekonomi digital Tanah Air juga dapat dilihat dari total investasi di Indonesia, pada platform digital. Di mana ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, mencapai sekitar 38,7%.

Baca Juga: Selain Ekonomi Digital, Sri Mulyani Ingatkan soal Inklusi Keuangan

"Tentunya kita juga melihat adanya peluang di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas, seperti sektor keuangan, logistik, jasa pengiriman, pariwisata, edukasi, kesehatan dan media," katanya.

Angela juga menjelaskan, dari sisi pariwisata maupun dari sisi ekonomi kreatif, digitalisasi juga mempunyai peran sangat penting saat ini sudah dua pertiga dari pendapatan global and tourism market datangnya dari penjualan online. Bahkan hal ini akan diperkirakan mencapai USD691 miliar pada tahun 2026.

"Tren yang sama juga terjadi di Indonesia, didorong faktor permintaan yang meningkat untuk digital tourism, dari wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara," terang Angela.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Angela mengungkapkan, begitu pula dengan ekonomi kreatif di masa pandemi masih bisa dilihat subsektor ekraf Indonesia yang mencatatkan pertumbuhan di bidangnya.

"Karena mereka berada di dalam ekosistem digital seperti subsektor game, konten tv dan radio yang terdigitalisasi serta aplikasi. Sedangkan para pelaku usaha yang bergelut di subsektor ekraf seperti kuliner, fesyen dan kriya masih bisa bertahan di masa pandemi dengan cara go digital," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini