Share

Lahan Pertanian Berkurang, Erick Thohir Ajak Swasta Tingkatkan Infrastruktur Pangan RI

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Kamis 01 Desember 2022 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 320 2718464 lahan-pertanian-berkurang-erick-thohir-ajak-swasta-tingkatkan-infrastruktur-pangan-ri-Pp1RW2qMkV.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut potensi produktivitas pertanian dan perikanan di Indonesia sangat besar. Maka itu harus dikembangkan agar memberi kesejahteraan bagi petani dan nelayan.

Menurutnya, pangan menjadi instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan terus membaik hingga 2024.

"Apalagi masyarakat kelas menengah pada tahun 2030 akan mencapai sekitar 145 juta jiwa dan angka ini akan terus melanjut. Daya beli meningkat menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang membaik, konteks lain artinya perlu pangan,” ujar Erick, Kamis (1/12/2022).

Dia pun meminta BUMN bersama pihak swasta memanfaatkan infrastruktur pangan di dalam negeri. Kolaborasi itu akan membentuk satu ekosistem yang mampu mendorong kemandirian pangan.

Erick membuka peluang untuk semua pelaku usaha dan pakar agar turut membangun ekosistem pangan di Tanah Air. Menurutnya, tidak bisa membangun ekosistem pangan hanya oleh satu stakeholder saja.

“Infrastruktur pangan kita, ID FOOD kita, ayo bersama-sama BUMN, swasta, UMKM, para penemu riset, adik-adik mahasiswa yang bisa menjadi riset bersama, kita dorong untuk ekonomi kita tumbuh, ekosistem yg bisa digabungkan," kata dia.

Di lain sisi, Erick mengingatkan agar peran petani harus menjadi perhatian khusus, agar produksi pangan tetap terjaga. Upaya ini perlu dilakukan lantaran produksi pertanian terus menurun.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Terlihat bagaimana lahan pertanian berkurang, rata-rata petani hanya memiliki lahan di bawah 1 ha. Saat ini petani tidak punya economic of scale, apalagi masing-masing petani menanam komoditas yang beda, artinya cost menjadi mahal. Pupuk langka dan benih yang ditanam bukan unggul,” katanya.

"Kita harus membangun ekosistem pangan. Salah satu yang digagas Kementerian BUMN adalah Program Makmur. Program tersebut yang sudah berjalan untuk komoditas padi, jagung dan tebu. Program Makmur ini versi BUMN membangun ketahanan pangan,” lanjut dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini