Share

Rights Issue Dapat Rp5,8 Triliun, Semen Indonesia Akuisisi SMBR

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 08 Desember 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 278 2723094 rights-issue-dapat-rp5-8-triliun-semen-indonesia-akuisisi-smbr-hxWhgqV0qh.jfif Rights Issue Semen Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menggelar rights issue. Dengan aksi korporasi tersebut, perseroan akan meraup dana Rp 5,58 triliun.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) no.33/2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Semen Indonesia Tbk, pemerintah akan mengalihkan sahamnya di SMBR kepada SMGR.

Dalam prospektusnya, penyetoran modal Negara RI akan disetorkan dalam bentuk kepemilikan 75,51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) atau sejumlah 7,49 miliar saham Seri B (inbreng saham SMBR), dengan nilai seluruhnya sebesar Rp2,84 triliun.

Dalam prospektusnya, manajemen SMGR menyebut pihaknya akan menawarkan sebanyak-banyaknya 846.215.318 (846,21 juta) saham dalam HMETD berupa saham seri B dengan nilai nominal Rp100, yang setara dengan 12,49% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga pelaksanaan HMETD atau rights issue ialah Rp6.600 per saham sehingga dalam aksi korporasi ini SMGR akan memeroleh dana sekitar Rp5,58 triliun.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk sejumlah aksi korporasi. Pertama, konsolidasi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) ke dalam SMGR, yang dilakukan melalui penyertaan saham perseroan dalam SMBR sebesar 7.499.999.999 (7,49 miliar) saham seri B atau mewakili 75,51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam SMBR, sebagai hasil Inbreng saham seri B milik Negara Republik Indonesia.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Kedua, dalam bentuk tunai hasil rights issue SMGR akan digunakan sebagai belanja modal sekitar 88,9 persen untuk penambahan fasilitas untuk peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif. Penggunaan bahan bakar alternatif bertujuan untuk mengurangi bahan bakar konvensional tak terbarukan (batu bara) yang digunakan secara internal pada proses pembuatan terak, serta membantu mengelola limbah eksternal untuk mendukung pencapaian sustainable development pada level nasional.

Selanjutnya, penambahan fasilitas untuk peningkatan pemanfaatan bahan baku alternatif. Penggunaan alternatif material bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan baku tambang, menggantikannya dengan limbah industrial B3 yang dapat didaur ulang atau recycle. Belanja modal juga digunakan untuk pembangunan green zone, merupakan pembangunan fasilitas untuk pemusnahan limbah yang bersumber dari limbah Industri.

Sekitar 27,6% dana hasil rights issue untuk pengembangan bisnis perseroan pada tahun 2023 termasuk, pengembangan platform bisnis digital dan pengembangan produk building material. Sisanya sekitar 11,1% digunakan untuk penambahan modal kerja SMGR termasuk biaya energi, bahan bakar, distribusi, dan bahan baku pada tahun 2023.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini