Share

Harga Emas Dunia Turun, Ini Pemicunya

Antara, Jurnalis · Kamis 08 Desember 2022 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 320 2722846 harga-emas-dunia-turun-ini-pemicunya-Y4ewVNCJZ8.JPG Harga emas hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (8/12/2022), ini memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut.

Apalagi hal ini juga didorong oleh dolar AS yang lebih lemah setelah munculnya kekhawatiran bahwa pengetatan kebijakan Federal Reserve dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Dikutip Antara, untuk kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, menguat USD15,6 atau 0,88% menjadi ditutup pada USD1.798,00 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.802,50 dan terendah sesi di USD1.80,50.

 BACA JUGA:Harga Emas Naik tapi Masih di Bawah Level USD1.800/Ounce

Kemudian, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 58,7 sen atau 2,63%, menjadi ditutup pada USD22,922 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari terangkat USD16,10 atau 1,62%, menjadi ditutup pada USD1.011,50 per ounce.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melemah 0,45% menjadi 105,1000 pada Rabu (7/12/2022), setelah beberapa eksekutif bank terbesar AS mengatakan bahwa mereka bersiap untuk ekonomi AS yang memburuk tahun depan.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu bahwa produktivitas tenaga kerja sektor bisnis non-pertanian AS meningkat 0,8% pada kuartal ketiga 2022, daripada perkiraan awal 0,3%.

Data yang lebih baik dari perkiraan membatasi kenaikan emas.

Serta investor juga menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan.

Beberapa investor telah mengantisipasi Fed akan segera memperlambat laju pengetatan suku bunga, tetapi data ketenagakerjaan, industri jasa dan pabrik AS yang lebih kuat baru-baru ini telah menambah ketidakpastian investor atas prospek kebijakan Fed.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi ketika bertemu minggu depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini