Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Brent dan WTI Naik, Kebutuhan Minyak Diprediksi Meningkat di 2023

Clara Amelia , Jurnalis-Kamis, 15 Desember 2022 |07:28 WIB
Harga Brent dan WTI Naik, Kebutuhan Minyak Diprediksi Meningkat di 2023
Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Harga minyak naik lebih dari USD2 di akhir perdagangan Rabu, setelah OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan rebound permintaan pada tahun depan. Selain itu, perkiraan kenaikan suku bunga AS mereda seiring dengan melambatnya inflasi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman pada bulan Februari terangkat USD2,02 atau 2,4% menjadi USD82,70 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari menguat USD1,94 menjadi USD77,28 per barel. 

Baca Juga: Harga Minyak Brent dan WTI Meningkat karena Inflasi AS Turun

Harga Brent telah kembali ke struktur pasar backwardated, ​​​​barel pemuatan bulan depan diperdagangkan lebih tinggi daripada pengiriman selanjutnya. Hal ini menunjukkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan pun mereda. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (15/12/2022). 

Baca Juga: Heboh Bupati Meranti soal DBH Tak Adil, 'Pajak Rezeki Nomplok' Bakal Diterapkan?

Struktur telah masuk ke dalam contango, harga kontrak berjangka lebih tinggi daripada aset dasar (harga spot). Di mana harga minyak didukung oleh kebocoran dan pemadaman pipa minyak utama Keystone milik TC Energy yang mengirimkan 620.000 barel per hari minyak mentah Kanada ke Amerika Serikat

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement