Para pejabat pun mengungkapkan bahwa pembersihan akan memakan waktu setidaknya beberapa minggu. Untuk itu, sinyal bearish di mana stok minyak mentah AS akan naik lebih dari 10 juta barel minggu lalu, terbesar sejak Maret 2021.
Sementara itu, di tahun depan, OPEC memperkirakan permintaan minyak akan tumbuh sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) selama tahun depan menjadi 101,8 juta barel per hari dengan potensi kenaikan dari Tiongkok, importir utama dunia.
Sedangkan IEA memperkirakan permintaan minyak Tiongkok pulih tahun depan setelah kontraksi 400.000 barel per hari pada 2022. IEA menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak 2023 menjadi 1,7 juta barel per hari dengan total 101,6 juta barel per hari.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.