Oleh sebab itu Mentan berharap ketika ada polemik sedikit terhadap kenaikan harga beras Mentan berharap masyarakat bisa memaklumi. Sebab ada musim tanam dan musim panen untuk komoditas tersebut. Sehingga tidak setiap saat kondisi cadangan beras bisa terus stabil.
"Kalau semua harus mencari yang instan gimana, pertanian itu kan memutar lapangan kerja, memutar perekonomian , kalau harga beras naik katakanlah 2.000 petani dapat uang, dia membayar uang sekolah dan membeli baju," lanjutnya.
Mentan mengatakan harga impor memang lebih murah jika dibandingkan dengan harga komoditas padi jika tidak dalam musim panen. Namun demikian hal tersebut membuat produk dalam negeri tidak terserap di pasar.
"Ini menjadi tantangan baru yang harusnya menyadari kita bahwa resources dan kekuatan utama dari negara ini ada di pertanian, dia juga menjadi kekuatan (ekonomi) yang ada," pungkas Mentan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.