Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Fakta Pencairan BLT Subsidi Gaji Rp600.000 Segera Berakhir, Buruan ke Kantor Pos dan Bawa KTP

Fayha Afanin Ramadhanti , Jurnalis-Minggu, 18 Desember 2022 |08:08 WIB
7 Fakta Pencairan BLT Subsidi Gaji Rp600.000 Segera Berakhir, Buruan ke Kantor Pos dan Bawa KTP
BLT Subsidi Gaji (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pekerja yang memenuhi syarat dapat mengambil Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT subsidi gaji Rp600.000 hanya dengan membawa KTP.

Batas akhir pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) pada 20 Desember 2022 semakin dekat. Oleh karena itu dihimbau untuk para penerima BSU segera pergi ke kantor pos, kalau tidak bantuan akan hangus.

Dibawah ini merupakan fakta terkait BLT subsidi gaji Rp600.000, dirangkum Okezone, Minggu (18/12/2022):

1. 8,8% Pekerja Belum Mengambil BSU

Masih ada 8,8% pekerja yang belum mengambil BSU karena, penerima BSU 2022 baru diterima 11,67 juta pekerja.

Untuk penyaluran lewat PT Pos Indonesia sudah cair ke 2,7 juta penerima, sisanya telah terlebih dahulu disalurkan melalui transfer rekening bank Himbara seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi.

"Sisa penyaluran BSU yang kita kejar saat ini tinggal 8,8% dari target. Kami optimis di sisa waktu yang ada, dengan beragam upaya yang telah dan akan terus dilakukan, penyaluran BSU lewat PT Pos dapat tersalur seluruhnya kepada penerima," ujar Anwar pada Rabu, 7 Desember 2022 lalu.

2. Dikembalikan ke Kas Negara

Anwar pun kembali mengimbau pekerja atau buruh yang merasa memenuhi syarat sebagai penerima BSU dapat aktif mengecek kanal yang telah disiapkan. Pasalnya, apabila terdapat sisa dana BSU yang belum tersalurkan sampai dengan batas waktu yang ditentukan, seluruhnya akan dikembalikan ke kas negara.

3. Terancam Tidak Akan Dapat BSU

PT Pos Indonesia bekerja sama dengan Kemnaker, BPJS Ketenagakerjaan dan Person In Charge (PIC) berbagai perusahaan tempat penerima BSU bekerja, untuk memastikan kota/lokasi tempat bekerja masing-masing penerima BSU.

Mereka gencar melakukan sosialisasi kepada penerima BSU untuk mengecek apakah mereka masuk dalam daftar penerima BSU. Sebab, jika BSU tidak dicairkan hingga tenggat waktu berakhir, maka pekerja yang bersangkutan terancam tidak akan menerima BSU lagi pada tahun berikutnya.

4. Tiga Pola Penyaluran

Dalam menyalurkan BSU, PT Pos Indonesia menerapkan tiga pola, yakni penerima BSU datang langsung ke Kantor Pos terdekat. Kedua, melalui komunitas, yaitu pencairan dilakukan secara kolektif di perusahaan atau tempat tertentu yang ditunjuk oleh PT Pos Indonesia, atau diantarkan langsung kepada penerima jika penerima BSU sakit.

5. Pekerja Aktif Mengecek Status BSU

Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris menegaskan, pekerja dituntut aktif mengecek apakah dirinya terdaftar menerima BSU melalui website Kemenaker, BPJS Ketenagakerjaan, maupun melalui aplikasi Pospay milik Pos Indonesia.

6. Tantangan Penyaluran BSU

Mendekati batas waktu penyaluran BSU, dan masih tersisa sekitar 1 juta pekerja yang belum mencairkan dana BSU melalui Kantor Pos. Ketua Satgas Bansos PT Pos Indonesia (Persero), Hendra Sari menjelaskan, terdapat sejumlah tantangan yang melatarbelakanginya.

“Penerima BSU ini tidak kita ketahui di mana alamat rumahnya. Yang kita tahu hanya alamat perusahaannya. Ketika kita datangi perusahaannya, ternyata orang itu tidak bekerja di perusahaan itu. Dia kerja di daerah lain di Indonesia, sehingga untuk BSU kita tidak menetapkan lokasi bayarnya, tapi mereka bisa menguangkan di Kantor Pos di mana saja di seluruh Indonesia,” katanya.

7. Strategi Kantor Pos

Hendra menjelaskan dalam mengejar target realisasi penyaluran, Pos Indonesia melakukan beberapa strategi. Pertama, memastikan bahwa tim Pos Indonesia mendatangi perusahaan berdasarkan alamat pekerja. Kedua, bertemu dengan PIC untuk memastikan posisi pekerja.

"Jika pekerja tidak berada di lokasi, kami cari tahu di mana lokasi pekerja, kami minta datanya. Namun hal ini tidak mudah. Ada PIC di perusahaan yang mudah diajak koordinasi, ada juga yang agak susah. Kami bekerja sama dengan BPJS TK dan Disnaker untuk membantu kami berkoordinasi dengan PIC di masing-masing perusahaan. Termasuk kami mengecek alamat penerima berdasarkan NIK, data yang ada di Dukcapil. Jika kami sudah mendapatkan alamat, kami kirimkan surat pemberitahuan,” tutur Hendra.

Ketiga, lanjut Hendra, PT Pos Indonesia (persero) menyebarluaskan informasi berupa ajakan untuk segera mencairkan dana BSU melalui WA dan SMS blast.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement