JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli telah melakukan konversi sebanyak 18.586.100 saham atau 18,5 juta saham melalui management and employee stock option program (MESOP) tahap I. MESOP merupakan program kepemilikan saham manajemen dan karyawan.
Direktur Blibli Hendry mengatakan, dengan jumlah konversi saham tersebut, sisa hak opsi yang belum dikonversi adalah sebanyak 498.046.900 saham atau 498,04 juta saham dari sebelumnya 516.633.000 saham atau 516,6 juta saham. Dengan harga pelaksanaan Rp432 per saham, maka dalam MESOP tahap I ini, BELI diperkirakan meraih dana sebesar Rp8,02 miliar.
"Dengan demikian, jumlah saham BELI setelah penerbitan saham MESOP tahap 1 adalah sebesar 118.493.291.840 saham atau 118,4 miliar saham, dari sebelumnya 118.474.705.740 saham atau 118,4 miliar saham," kata Hendry dilansir dari Harian Neraca, Kamis (29/12/2022).
Sebagaimana diketahui, Blibli melaksanakan MESOP tahap I pada tanggal 15 Desember 2022, sampai 21 Desember 2022. BELI menetapkan harga pelaksanaan MESOP sebesar Rp432 per saham. Dengan jumlah tersebut, maka BELI diperkirakan dapat meraih dana sebesar Rp223 miliar dari pelaksanaan MESOP. Corporate Secretary BELI, Eric Winata menuturkan, hak opsi yang belum dikonversi pada periode pelaksanaan ini dapat dilakukan pada periode pelaksanaan berikutnya.
Adapun, program MESOP yang ditawarkan ini harganya masih berada di bawah harga pasar BELI selama satu bulan terakhir di rentang harga Rp466 sampai Rp510 per saham. Di kuartal tiga 2022, Blibli berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih (net revenue) konsolidasi sebesar 98%, menjadi Rp 10,5 triliun dari Rp 5,3 triliun pada periode yang sama tahun 2021.
Perseroan menjelaskan, pada periode sembilan bulan pertama tahun 2022, Blibli berhasil mencatatkan pertumbuhan average order value (AOV) mencapai Rp 1.028.956 naik dari Rp 714.570 pada periode yang sama tahun 2021. Selain itu, BELI ini juga mencatatkan pertumbuhan total processing value (TPV) konsolidasi Rp 40,6 triliun naik 105%, dari Rp 19,8 triliun pada periode sembilan bulan tahun 2021. Hal ini didorong oleh kenaikan TPV pada semua segmen terutama dari segmen 3P Ritel, yang dikontribusikan dari pemulihan pada sektor perjalanan (travel) di tiket.com.
Pertumbuhan TPV tersebut juga disertai dengan peningkatan gross profit before discount (GPBD) konsolidasi, dari Rp 679 miliar pada periode sembilan bulan tahun 2021 menjadi Rp 1,8 triliun pada periode yang sama tahun ini, atau bertumbuh sebesar 167%.
Alhasil Blibli mencatatkan peningkatan take rate konsolidasi dari 3,4% pada periode sembilan bulan tahun 2021 menjadi 4,5% pada periode yang sama tahun ini. Pertumbuhan TPV juga didukung dari pertumbuhan organik, terlihat dari yearly transacting users (YTU) yang meningkat dari 2,4 juta pengguna pada periode sembilan bulan tahun 2021 menjadi 4,3 juta pengguna pada periode yang sama tahun ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)