Manajemen menjelaskan, area yang dipilih untuk pelaksanaan pengeboran saat ini adalah dalam area deposit porfiri Tujuh Bukit yang meliputi wilayah terbesar, yang mengandung kadar tinggi tembaga dan emas yang diketahui dari hasil pengeboran hingga saat ini, dan berada pada posisi yang tepat untuk pengeboran dari lokasi terowongan saat ini.
Hasil kegiatan eksplorasi emas dan tembaga pada proyek Tujuh Bukit yakni, 8 rig pengeboran bawah tanah melakukan pengeboran definisi sumber daya dengan total kedalaman pengeboran sebesar 11.180,3 meter, serta 2 rig pengeboran di permukaan telah selesai dengan total sebesar 1.314,1 meter.
“Pengeboran bawah tanah akan terus dilanjutkan dengan menggunakan 6 rig pengeboran berlian dan 2 rig di permukaan,” lanjut manajemen perseroan.
Kemudian, kegiatan eksplorasi emas dan perak di proyek Tujuh Bukit menghabiskan dana sebesar Rp46,1 miliar yang terdiri dari pengeboran definisi sumber daya dekat tambang dan pekerjaan eksplorasi regional.
Metode eksplorasi yang dilakukan meliputi, pengeboran dari permukaan, pemetaan regional, pengambilan contoh dan survei geofisika. Di mana, kegiatan tersebut dilakukan di area yang dekat dengan lubang tambang saat ini dan dengan hasil-hasil anomali geokimia.
Hasil eksplorasi emas dan perak di proyek Tujuh Bukit antara lain, 1 rig reverse circulation (RC) dan 5 rig bor berlian (DD) melakukan pengeboran dengan total 8.513,7 meter. Ke depan, pengeboran dekat tambang akan terus dilanjutkan dengan menggunakan 1 rig RC dan 3 rig DD, serta pengeboran eksplorasi regional akan berlanjut dengan 1 rig DD.
Selanjutnya, untuk eksplorasi tembaga di proyek Wetar, perseroan mengucurkan dana sebesar Rp41,98 miliar, dengan metode eksplorasi interpretasi geologi dan hasil geokimia telah digunakan untuk menentukan target bor, baik untuk program definisi sumber daya di Dekat Tambang Partolang maupun pengeboran sterilisasi di Kali Kuning.
Adapun, area eksplorasi dipilih dari tembusan bor signifikan terdahulu, survei geofisika elektromagnetik (EM) darat dan udara, serta aktifitas penambangan terdahulu yang mengidentifikasi fitur-fitur dengan potensi untuk deposit VMS.
Hasil eksplorasi dari proyek ini antara lain, 4 rig pengeboran dioperasikan selama kuartal 4 2022 dengan 63 lubang selesai, dengan total kedalaman bor keseluruhan 9.746,9 meter untuk program sumber daya di Partolang dan pengeboran sterilisasi di Kali Kuning.
Terakhir, eksplorasi emas di proyek Pani yang menghabiskan dana Rp111,6 miliar dengan metode eksplorasi pengeboran berlian dilanjutkan dengan 13 rig bor, 2 rig terakhir dimobilisasi pada akhir Oktober. Kegiatan yang dilakukan selama bulan tersebut, yaitu konstruksi tapak bor, pemasangan jalur pipa air, pencatatan inti bor dan pengambilan contoh, pemetaan geologi, dan analisis mineral ubahan dengan LIBS dan XRF.
“Area yang dipilih untuk pengeboran dipilih karena ada kesenjangan antara pengeboran historis dalam IUP dan KK (Kontrak Karya) yang berdampingan,” ungkap manajemen.
Hasil kegiatan eksplorasi di proyek Pani antara lain, sebanyak 86 lubang bor diselesaikan dengan total 24.432,1 meter selama kuartal IV 2022, termasuk 18 lubang program pengeboran sterilisasi.
(Zuhirna Wulan Dilla)