Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Surya Toto Borong Surat Utang Pemerintah Senilai Rp100 Miliar

Khairunnisa , Jurnalis-Senin, 16 Januari 2023 |15:27 WIB
Surya Toto Borong Surat Utang Pemerintah Senilai Rp100 Miliar
TOTO borong surat utang negara (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTAPT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) borong obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN) seri FR senilai Rp100 miliar. Emiten produsen saniter ini melakukan transaksi pada 10 Januari 2023 dengan membeli 2 seri FR.

Melansir Harian Neraca, Senin (16/1/2023), perseroan melakukan investasi pada obligasi FR0064 sebesar Rp50 miliar dan obligasi seri FR087 senilai Rp50 miliar. Transaksi ini dilakukan TOTO melalui selling agent PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) dan digunakan sebagai jaminan fasilitas kredit rekening (overdraft) perseroan kepada NISP.

Perseroan mengungkapkan, pendanaan investasi berasal dari kas dan setara kas perseroan, sehingga tidak berdampak terhadap likuiditas perseroan. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 5% sampai 7%.

Sementara aloaksi capex tahun 2023 akan digunakan sebatas pemeliharaan Aktiva Tetap untuk ketiga pabrik, senilai total USD7 juta. Alokasi ini akan digunakan untuk pabrik Saniter dan Fitting senilai USD3 juta dan pabrik Kitchen USD1 juta.

Pada kuartal III 2022, TOTO mencatat jumlah penjualan bersih sebesar Rp1,502 triliun. Penjualan ini mengalami pertumbuhan sebesar 22, 11% dibandingkan kuartal III tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp1,23 triliun.

Angka penjualan tersebut ditopang peningkatan penjualan produk saniter sebesar 17,09% menjadi Rp781,51 miliar dan penjualan fitting naik 27,6% menjadi Rp735,09 miliar. Berbeda dengan penjualan peralatan sistem dapur yang turun tipis sebesar 24,4% menjadi Rp37,719 miliar.

Pertumbuhan penjualan sejalan dengan beban pokok yang ikut meningkat. Tercatat dalam data laporan keuanga, beban pokok perseroan mencapai Rp1,14 triliun. Jumlah ini meningkat 4,2% dari kuartal III tahun 2021 yang tercatat Rp1,09 triliun. Walau beban pokok penjualan membengkak 4,2% menjadi Rp1,143 triliun, laba kotor naik 100,9% menjadi Rp416,08 miliar. Sementara itu, liabilitas berkurang 2,03% dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp1,203 triliun. Sedangkan ekuitas meningkat 7,5% menjadi Rp2,188 triliun. Sehingga aset tumbuh 3,9% menjadi Rp3,391 triliun.

Sebelumnya, Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan tren positif obligasi di tahun politik akan didukung oleh dua faktor. Pertama, pertumbuhan ekonomi di tahun politik akan cenderung solid. Hal ini lantaran, injeksi likuiditas yang digunakan untuk kampanye akan menopang tingkat konsumsi.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement