Pada kesempatan yang sama, salah seorang pengusaha tempe bernama Siti Tohiroh bercerita, ia sempat gulung tikar karena tidak kuat lagi membeli bahan baku. Ia terpaksa harus meminjam modal ke bank keliling untuk bisa berproduksi kembali.
"Modal boleh pinjem dari ibaratnya kreditan lah, bunganya sampai 30%. Misalnya pinjem Rp1juta jadi Rp1,3 juta," ungkapnya.
Ia sangat berharap harga bahan baku kedelai bisa segera stabil agar para pengusaha tempe skala kecil dan menengah bisa mendapatkan keuntungan yang layak. Sebab jika harga kedelai masih tinggi, maka pengusaha sepertinya kebingungan untuk mengambil langkah seperti apa.
"Dikecilin (ukuran tempe) enggak laku, digedein enggak dapet apa-apa," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.