Share

Suku Bunga Acuan BI Naik, Apa Dampaknya ke Saham Perbankan?

Anggie Ariesta, MNC Portal · Senin 23 Januari 2023 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 278 2751348 suku-bunga-acuan-bi-naik-apa-dampaknya-ke-saham-perbankan-3XxMuMwns7.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Analis meyakini bahwa sentimen pekan ini akan diwarnai oleh pelaku pasar masih mencermati kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang kembali naik.

Diketahui, BI sudah menaikkan suku bunga 6 bulan beruntun, dengan total 225 basis poin.

Head of Business Development PT FAC Sekuritas Indonesia, Kenji Putera Tjahaja mengatakan, market sudah memprediksi juga memang dari BI juga akan menaikkan suku bunga 7DRR yaitu sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.

 BACA JUGA:Saham yang Diprediksi Cuan di Tahun Kelinci Air, Berikut Daftarnya

"Jadi menurut saya untuk sektor finance khususnya perbankan dan yang masuk bank buku 4 ya itu akan menjadi sentimen positif sekali dan pasar melihatnya sebagai tanda-tanda perbaikan gabungan ekonomi lebih lanjut," ujar Kenji, Senin (23/1/2023).

Sebagai catatan, saham perbankan big caps pada perdagangan Jumat lalu tidak ditutup seirama karena pengaruh kebijakan suku bunga.

Saham BBCA bergerak di zona merah sendiri, BMRI dan BBRI menguat, sementara saham perbankan lainnya seperti BBNI di zona hijau namun penguatannya tidak terlalu signifikan.

Pengamat Pasar Modal, Oktavianus Audi menilai memang saham big caps terutama perbankan adalah sektor yang paling sensitif khususnya terhadap perekonomian makro.

Dengan perkembangan yang masih bagus didorong konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang, Audi optimis untuk sektor ini.

"Kalau kita lihat kemaren sudah rilis ya data pertumbuhan kredit itu masih naik 11%, jadi saya pikir masih cukup sehat sekali dan saya lihat sampai dengan kuartal ketiga rasio kredit macet masih sangat rendah bahkan lebih rendah dari tahun 2020," jelasnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk pilihan saham yang masih menarik, Audi memilih saham BBRI dan BMRI.

Secara teknikal, saham BUMN itu sudah mulai kelihatan ada dorongan yang cukup kuat dari para investor.

"Kelihatan juga volume transaksi sudah lumayan besar jadi mungkin yang masih cukup menarik, walaupun harganya sudah mulai adjust ya kita tidak bisa berekspektasi terlalu tinggi untuk banking ini," kata Audi.

Untuk BMRI targetnya mungkin bisa terdorong ke level 10.500 sampai dengan 10.600, Audi menilai masih sangat potensial sekali ya selama Bank Mandiri bisa menembus 10.600.

Untuk BBRI ada level krusial yang harus dilewati dulu, dengan level resistennya adalah di 4.700.

"Jadi ini saya menjadi titik konfirmasinya apakah BRI ini cukup kuat atau tidak, kita lihat pekan depan atau sampai dengan bulan ini ya Januari, apakah dia bisa naik 4.700, kalau bisa itu bagus sekali kalau potensial itu bisa ke level tertingginya di 4.900 sampai dengan di 5.000," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini