Share

Wall Street Lanjutkan Penguatan di Perdagangan Awal Pekan

Khairunnisa, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 278 2751690 wall-street-lanjutkan-penguatan-di-perdagangan-awal-pekan-d4sIcN1YwT.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street melanjutkan penguatan dengan kenaikan tajam pada akhir perdagangan kemarin. Bursa saham AS naik didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi karena investor memulai minggu yang padat laporan laba perusahaan dengan antusiasme baru untuk momentum saham-saham memimpin pasar yang terpukul tahun lalu.

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 254,07 poin atau 0,76%, menjadi menetap di 33.629,56 poin. Indeks S&P 500 terdongkrak 47,2 poin atau 1,19%, menjadi ditutup pada 4.019,81 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 223,98 poin atau 2,01%, menjadi berakhir di 11.364,41 poin.

Dari 11 sektor utama S&P 500, semuanya kecuali sektor energi berakhir di zona hijau, dengan saham teknologi menikmati persentase keuntungan terbesar, meningkat 2,3% pada sesi tersebut.

Ketiga indeks saham utama memperpanjang kenaikan Jumat (20/1/2023), dengan Nasdaq yang padat teknologi memimpin, didorong oleh saham semikonduktor.

"(Chips) kelompok yang telah tertekan, jadi saya tidak terlalu terkejut," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia. "Kita akan melihat laba dari perusahaan-perusahaan ini selama beberapa minggu ke depan dan di sanalah poin paling penting."

"Itu adalah grup yang siap untuk rebound."

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Investor sangat yakin Federal Reserve akan menerapkan kenaikan suku bunga kecil minggu depan bahkan ketika bank sentral AS tetap berkomitmen untuk menjinakkan siklus inflasi terpanas dalam beberapa dekade.

"(Investor) cukup nyaman bahwa mereka akan melihat kenaikan suku bunga yang lebih rendah dari The Fed, bahwa kami menghindari inflasi dan kenaikan suku bunga," tambah Tuz. "Saham bisa berhasil dengan baik di lingkungan itu, terutama saham dengan pertumbuhan besar yang menggerakkan pasar."

Pasar keuangan memperkirakan kemungkinan 99,9% untuk kenaikan 25 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan moneter dua hari Rabu depan (1/2/2023), menurut alat FedWatch CME.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini