Share

Cerita Pembuat Miniatur di Grobogan, Karyanya Tembus Pasar Luar Negeri hingga Laku Rp80 Juta

Angga Rosa, MNC Portal · Rabu 25 Januari 2023 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 455 2752995 cerita-pembuat-miniatur-di-grobogan-karyanya-tembus-pasar-luar-negeri-hingga-laku-rp80-juta-qQ9Ep0Yd1v.JPG Cerita pembuat miniatur di Grobogan. (Foto: MPI)

GROBOGAN - Siapa sangka bahwa struktur minyak dan gas lepas pantai seperti anjungan lepas pantai, FPSO serta rig jack-up laku diminati orang luar negeri.

Di mana kerajinan itu dibuat oleh warga Dusun Gebyar RT 06 RW 04 Kelurahan Crewek, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Slamet Sutrisno.

Hingga saat ini, Slamet sudah menjual puluhan miniatur struktur minyak dan gas lepas pantai berbahan kayu jati ini ke 12 negara. Harga jualnya pun fantastis.

Untuk miniatur yang tingkat kesulitannya tinggi seperti anjungan lepas pantai, harganya mencapai antara Rp70 juta hingga Rp80 juta.

 BACA JUGA:Kisah Kolektor 500 Miniatur Mobil Habiskan Rp40 Juta, Ada Kendaraan Dinas Presiden Soekarno!

Slamet Sutrisno mulai membuat miniatur sejak 2017.

Saat itu, dirinya membuat miniatur hanya sekedar untuk hiasan saja. Dibenak pikirannya belum terbesit pikiran untuk membuat usaha.

Sebelum memiliki usaha yang sudah menembus pasar internasional itu, Slamet Sutrisno bekerja sebagai tukang kayu di salah satu perusahaan meubel di Grobogan.

Saat pulang kerja, dia sering membawa limbah kayu jati ke rumah. Saat waktu senggang, limbah kayu jati tersebut dibuat miniatur.

"Saya membawa limbah kayu itu, seizin pemilik perusahaan. Ya waktu itu, bilangnya untuk kayu bakar di rumah. Tapi sebagian saya gunakan untuk membuat miniatur masjid," ujarnya, Selasa, 24 Januari 2023.

Miniatur masjid yang dia buat saat itu, tidak tiga dimensi.

Jadi hanya tampak luar saja. Ternyata, miniatur masjid tersebut diminati oleh seseorang dan dibeli dengan harga Rp200.000.

"Saya tidak menyangka kalau miniatur masjid yang bukan tiga dimensi, hanya tampak luar saja dihargai Rp200.000. Mulai saat itu, saya bersemangat untuk membuat miniatur bentuk lainnya," tuturnya.

Kemudian, Slamet membuat miniatur Kapal Pinisi berukuran cukup besar, yakni panjangnya 117 sentimeter dan tingginya 89 sentimeter.

 

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Pada 2018, Slamet mengikuti pameran di Polda Metro Jaya dalam rangka HUT Bhayangkara.

Dalam acara lelang karya seni yang dipamerkan dalam pameran tersebut, miniatur Kapal Pinisi yang terbuat dari limbah kayu jati itu, ikut dilelangkan.

Dalam lelang, ada peserta yang berani menawar dengan harga Rp25 juta.

Akhirnya miniatur Kapal Pinisi karya Slamet Sutrisno terjual dengan harga Rp25 juta.

"Saat itu, saya kaget ketika mendengar ada yang menawar Rp25 juta. Saya tidak menyangka miniatur Kapal Pinisi bisa laku Rp25 juta," ucapnya.

Menurutnya, tingginya harga jual miniatur Kapal Pinisi menambah semangatnya untuk terus berkarya. Mulai saat itu, Slamet terus memproduksi berbagai bentuk miniatur seperti kapal dan lainnya.

Slamet menuturkan, usahanya sempat berhenti. Setelah menikah pada 2020, dia kembali membuat miniatur berbahan kayu jati.

Namun dengan bentuk yang berbeda, yakni miniatur struktur minyak dan gas lepas pantai seperti anjungan lepas pantai, FPSO serta rig jack-up.

Slamet memasarkan karyanya secara online melalui media sosial. Kerja kerasnya membuahkan hasil yang fantastis.

Selain diminati oleh konsumen diberbagai daerah di Indonesia, miniatur galangan lepas pantai juga disukai oleh orang luar negeri.

"Awalnya saya jual miniatur struktur minyak dan gas lepas pantai ke luar negeri dengan harga antara Rp30 juta sampai Rp40 juta. Alhamdulillah, mulai saat itu pesanan dari luar negeri terus mengalir. Ada yang dari Dubai, India, Amerika, Belanda dan negara lainnya," ujarnya.

Dia mengatakan, pembeli hasil karyanya baik yang dari dalam negeri maupun luar negeri semuanya bekerja di kilang minyak.

"Semua pembeli bekerja di kilang minyak. Dan mereka semua puas dengan hasil karya saya. Bahkan ada beberapa orang yang pesan lagi," ujarnya.

Dia menyatakan, selain mendapat untung finansial dalam menekuni usaha ini, juga mendapat ilmu pengetahuan.

"Saya itu orangnya tidak tahu teknologi. Kemudian saya disarankan oleh konsumen dari Dubai untuk memasarkan produk melalui Linkedin. Saya pun mencoba membuat akun linkedin," terangnya.

Awal-awal menggunakan linkedin, Slamet tidak memiliki pengikut satu pun. Namun dia tidak putus asa dan terus meng-upload foto-foto miniatur berbahan kayu jati buatannya.

Akhirnya, Slamet memiliki pengikut dan ada orang dari luar negeri yang memesan miniatur.

"Sejak saat itu, alhamdulillah pesanan terus mengalir. Susahnya kalau ada orang luar negeri yang tanya-tanya via telpon atau video call. Saya tidak bisa bahasa Inggris. Untungnya isteri saya sedikit-sedikit bisa bahasa Inggris, jadi bisa bantu saya komunikasi dengan konsumen dari luar negeri," ujarnya.

Menurutnya, secara umum usaha yang sudah 1,5 tahun menembus pasar internasional ini tidak ada kendala yang berarti. Bahan baku mudah didapat dan pemasarannya dan sudah ada tenaga kerja yang membantu produksi.

"Sekarang ada empat orang yang bekerja. Dalam satu bulan, saya bisa memproduksi empat miniatur kapal bur. Sedangkan anjungan lepas pantai dalam satu bukan bisa membuat tiga unit. Alhamdulillah, daftar tunggu pesanan sudah sampai bulan Agustus 2023," ujarnya.

Lebih lanjut, Slamet menuturkan, melalui usahanya, dia memiliki cita-cita untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga Kabupaten Grobogan.

"Kalau ada lapangan kerja di sini (Grobogan), warga tidak usah merantau jauh-jauh hingga Jakarta. Saya akan bekerja keras untuk mengembangkan usaha ini agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya.

Dia berharap, pemerintah pusat lebih peduli lagi kepada para pelaku seni karya kreatif, terutama yang ada di desa-desa seperti dirinya.

"Karya anak desa juga layak untuk go Internasional. Kami berharap pemerintah pusat bisa turun ke desa, membantu pelaku usaha dan seni kreatif untuk go internasional," pungkasnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini