JAKARTA — PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) bakal menerbitkan obligasi berkelanjutan V TBIG tahap VI 2023 dengan jumlah pokok sebesar Rp2,48 triliun. Obligasi akan digunakan untuk mendanai pelunasan utang yang bakal jatuh tempo.
Dilansir dari Harian Neraca, Rabu (15/2/2023), dana dari obligasi ini akan digunakan untuk membayar pinjaman. Perseroan akan menerbitkan obligasi sebagai bagian dari obligasi berkelanjutan V dengan target dana yang akan dihimpun senilai Rp15 triliun. TBIG menyampaikan telah menerbitkan obligasi senilai Rp8,05 triliun dalam rangka Obligasi berkelanjutan V.
Obligasi berkelanjutan V tahap VI senilai Rp2,48 triliun tersebut akan diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Obligasi ini akan memiliki kupon tetap sebesar 6,12% per tahun, dengan tenor 370 hari kalender sejak tanggal emisi. Bunga obligasi TBIG ini nantinya akan dibayarkan setiap kuartal atau tiga bulan sekali, sehingga bunga obligasi pertama akan dibayar pada 17 Mei 2023.
Sementara itu, kupon obligasi terakhir sekaligus pelunasan obligasi akan dibayarkan pada 27 Februari 2024. Dana yang diperoleh dari obligasi tersebut rencananya akan dipinjamkan sebanyak USD86,4 juta atau setara Rp1,29 triliun ke PT Tower Bersama. Lalu, sebesar USD16,6 juta atau setara Rp248,4 miliar dipinjamkan kepada PT Solu Sindo Kreasi Pratama untuk melakukan pembayaran sebagai pokok pinjaman.
Adapun pembayaran tersebut merupakan kewajiban keuangan masing-masing PT Tower Bersama dan PT Solu Sindo Kreasi Pratama terkait dengan fasilitas pinjaman revolving dalam USD375 juta Facility Agreement tertanggal 28 Juni 2019, yang akan dibayarkan kepada para kreditur melalui United Overseas Bank Limited.
Kemudian sisanya akan digunakan untuk melakukan pembayaran sebagian pokok pinjaman yang menjadi kewajiban keuangan Tower Bersama yang terkait dengan fasilitas pinjaman revolving, dalam USD275 facility agreement tertanggal 20 Januari 2021 sampai sebesar-besarnya USD63 juta atau setara Rp942,7 miliar yang akan dibayarkan kepada para kreditur melalui United Overseas Bank Limited. Dengan kewajiban keuangan yang akan dibayarkan dalam mata uang dolar AS, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi akan dikonversi ke dalam mata uang dolar AS.
Tanggal efektif obligasi akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2021. Sementara, masa penawaran umum obligasi pada tanggal 14 Februari 2023. Selanjutnya, tanggal penjatahan pada 15 Februari 2023, tanggal distribusi obligasi secara elektronik atau tanggal emisi pada 17 Februari 2023, dan tanggal pencatatan obligasi pada BEI pada 20 Februari 2023.
Chief Financial Officer (CFO) Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso pernah bilang, pihaknya akan melunasi obligasi jatuh tempo di 2023 senilai Rp5,96 triliun. Pelunasan akan menggunakan kas internal sehingga TBIG tidak melakukan refinancing untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)