JAKARTA - Nilai impor Indonesia mencapai USD18,44 miliar Januari di 2023. Angka tersebut turun 7,15% dibandingkan Desember 2022 atau naik 1,27% dibandingkan Januari 2022.
Terkait hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan nilai ini turun sebesar 7,15% dibanding bulan Desember 2022 (MoM).
“Penurunan kinerja impor Indonesia pada Januari 2023 terutama didorong oleh penurunan impor migas sebesar 9,21% MoM dan penurunan impor nonmigas sebesar 6,75% MoM,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (17/2/2023).
Dia menjelaskan penurunan impor Indonesia bulan Januari ini terjadi pada seluruh golongan. Kontraksi impor terdalam terjadi pada impor barang modal yang turun 18,58% MoM, diikuti penurunan pada impor barang konsumsi sebesar 11,64% dan bahan baku/penolong 3,74% MoM.
Adapun barang modal yang turun cukup dalam antara lain perangkat telepon seluler, kendaraan bermotor untuk angkutan barang, dan eskavator. Sementara, turunnya impor barang konsumsi antara lain disebabkan turunnya impor bawang putih, apel, dan mesin pendingin ruangan (AC).
Di sisi lain, beberapa komoditas bahan baku/penolong yang menunjukkan penurunan terbesar antara lain bahan bakar diesel, ferro chromium, dan bahan bakar bensin RON 90.