"Padahal pasca pandemi ini menjadi kesempatan bagi peritel dan sektor penunjang a.l : pemasok/supplier dari pabrikan maupun UMKM untuk speed recovery melalui berbagai strategi bisnis yang di antaranya perlu diikuti dengan dukungan “angin segar” di sisi permodalan dari para investor dalam dan luar negeri guna mendapatkan sumber pendanaan jangka panjang dan competitive advantage melalui IPO di lantai bursa," ucapnya.
Dia menjelaskan, ke depan pihaknya akan melakukan literasi dan sosialisasi ‘go public’ secara berkesinambungan & terprogram di tahun 2023.
"Sebagai bagian kerjasama yang telah ditandatangani dalam MOU BEI & APRINDO, yang dilaksanakan antara Kanwil BEI dan DPD/DPC APRINDO di berbagai wilayah Indonesia, agar peritel & UMKM binaan ritel bersegera ‘go public/IPO’, di moment saat ini," pungkas Roy.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.