Selain itu, industri kelapa sawit mampu menyediakan lapangan kerja yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini juga menguatkan upaya penurunan pengangguran dengan jumlah serapan tenaga kerja yang besar.
Sekedar informasi, saat ini industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara, di mana devisa ekspor pada 2022 mencapai USD39,28 miliar. Angka ini tercatat sebagai rekor tertinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk itu menurut Wapres, potensi itu harus dimanfaatkan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Salah satunya dengan melakukan pembinaan untuk melahirkan regenerasi enterpreneur utamanya dari kalangan santri.
“Perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan," pungkas Wapres.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.