Share

Serba Digital, Kementerian ATR Hemat Anggaran Beli Kertas Rp40 Miliar

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Selasa 07 Maret 2023 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 07 320 2777118 serba-digital-kementerian-atr-hemat-anggaran-beli-kertas-rp40-miliar-MpCz8t6EiR.jpg Menteri ATR Ungkap Manfaat Digitalisasi. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Sistem elektronik atau digitalisasi membuat segala sesuatunya menjadi lebih efisien. Bahkan dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun anggaran yang dikeluarkan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto mengatakan, dengan sistem elektronik yang saat ini sudah mulai dirintis, sudah bisa memotong pengeluaran sebesar Rp40 miliar per tahun untuk membeli kertas.

"Selain itu dengan elektronik ini akan mengurangi biaya tidak terduga yang dibebankan kepada masyarakat, dan ada anggaraan yang bisa kita kurangi di sana, kita bisa mengurangi Rp40 miliar per tahun untuk beli kertas," ujar Hadi dalam konferensi pers Rakernas Kementerian ATR/BPN, Selasa (7/2/2023).

Kementerian ATR/BPN saat ini sudah memiliki 4 layanan elektronik yang juga mampu mengurangi 40% antrean di kantor-kantor pertanahan. Layanan terdapat terdiri dari informasi, penerbitan SKPT (Surat Keterangan Pendataan Tanah), layanan elektronik untuk zona nilai tanah, dan layanan elektronik untuk hak tanggungan termasuk Roya.

"Untuk hak tanggungan, sebelum kita lakukan secara elektronik dan setelahnya, itu yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat jelas ada, kemudahan dia mengakses kemana saja," kata Hadi.

Selanjutnya Kementerian ATR/BPN juga akan menerapkan Sertipikat elektronik terhadap BMN pada April 2023 dan launching layanan elektronik Peralihan Hak (Jual Beli) pada September 2023.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada Rakernas kali ini juga akan diluncurkannya 7 Layanan Prioritas yang terdiri dari Pengecekan Sertipikat, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT), Hak Tanggungan Elektronik, Roya Manual dan Roya Elektronik, Peralihan, Pendaftaran SK, serta Perubahan Hak Guna.

"Apakah aman (dengan elektronik), aman, saya sudah cek ke Pusdatin, semua sistem itu ter-cover dengan baik, saat ini memang masih menggunakan blok data, yang nanti akan kita rubah menjadi blok chain," pungkasnya.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini