Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Bersih Link Net Anjlok 72,8% Jadi Rp240,7 Miliar di 2022

Hana Wahyuti , Jurnalis-Kamis, 09 Maret 2023 |13:15 WIB
Laba Bersih Link Net Anjlok 72,8% Jadi Rp240,7 Miliar di 2022
Laba LINK anjlok (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Laba bersih PT Link Net Tbk (LINK) anjlok 72,8% sepanjang 2022. LINK membukukan laba bersih sebesar Rp240,71 miliar atau anjlok 72,8% dibanding tahun 2021 yang terbilang Rp885,31 miliar.

Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (9/3/2023), laba per saham dasar melorot ke level Rp87 per lembar, sedangkan di akhir tahun 2021 berada di level Rp322. Sementara pendapatan juga terkoreksi 2,01% menjadi Rp4,37 triliun.

Pemicunya, pendapatan televisi kabel menyusut 6,6% menjadi Rp1,937 triliun. Tapi pendapatan jasa pita lebar internet tumbuh menjadi Rp2,206 triliun. Selain itu, beban pokok pendapatan membengkak 3,3% menjadi Rp995.92 miliar. Dampaknya, laba kotor amblas 3,6% menjadi Rp3,374 triliun.

Kinerja perseroan kian tertekan dengan kenaikan beban penyusutan 28,7% menjadi Rp1,427 triliun. Terlebih beban umum dan administrasi membengkak 31,7% menjadi Rp864,79 miliar. Senasib, beban penjualan membengkak 12,9% menjadi Rp400,5 miliar. Akibatnya, laba usaha anjlok 54,2% yang tersisa Rp612,06 miliar. Sementara total kewajiban bertambah 48,45 miliar menjadi Rp6,676 triliun. Pada sisi lain, ekuitas menyusut 5,3% menjadi Rp4,968 triliun.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp2,2 triliun untuk memperluas jaringannya di Indonesia. Perseroan juga membidik jumlah home pass menjadi 3,4 juta. President Director & CEO Link Net, Marlo Budiman pernah bilang, ekspansi di tahun 2023 menargetkan penambahan jaringan ke 350.000 rumah.

“Dengan penambahan tersebut total home pass dari periode tahun ini dan tahun depan akan mencapai 3,4 juta,” jelasnya.

Rencana perluasan jaringan ini, diakui Marlo akan menyasar kota-kota lain di dalam Pulau Jawa maupun luar Jawa misalnya saja ke Sumatera. Di Sumatera, kota-kota potensial yang akan dibidik Link Net ialah ke Palembang, Pekanbaru, Bandar Lampung, dan Jambi. Saat ini dari 3 juta home pass yang sudah ada telah tersebar di 27 kota di Indonesia. Dari jumlah itu, LINK sudah hadir di 24 kota di Pulau Jawa dan 3 kota sisanya di Batam, Bali, dan Medan.

Dengan agenda bisnis yang sudah direncanakan di tahun ini, Link Net akan mencapai pertumbuhan single digit dengan target pendapatan Rp4,7 triliun di 2023. Sedangkan proyeksi pendapatan yang akan diraih di sepanjang tahun ini senilai Rp4,4 triliun. Agenda bisnis Link Net semakin semarak dengan masuknya Axiata Investments Sdn Bhd dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebagai pemegang saham LINK.

Marlo mengakui, sinergi antara Link Net dan XL Axiata akan semakin kuat. Belum lama ini, pihaknya telah meluncurkan program atau produk kuota bersama dengan jargon juara internet di dalam dan di luar rumah. Perseroan sendiri resmi diakuisisi PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan Axiata Group Bhd sebanyak 66,03% saham. Disebutkan, harga pembelian yang telah disepakati senilai Rp4.800 per saham biasa pada Link Net (saham Link Net) atau sekitar Rp8,72 triliun. Ini berarti bernilai sekitar Rp13,21 triliun (setara dengan sekitar RM3,86 miliar2,3) untuk 100,00% keseluruhan saham dengan hak suara yang telah disetor penuh dalam Link Net.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement