JAKARTA – Pengelola Watsons PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) mencatatkan rugi di sepanjang tahun 2022 lalu. Emiten pengelola gerai Watsons mengalami rugi Rp40,02 miliar, susut dari 2021 lalu yang sebesar Rp51,70 miliar.
Rugi DAYA menyusut ditopang oleh tumbuhnya pendapatan sebesar 19,59% menjadi Rp1,16 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp971,29 miliar. Secara rinci, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp809,85 miliar dan penjualan konsinyasi tercatat sebesar Rp351,73 miliar.
Adapun, beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik dari sebelumnya Rp604,50 miliar menjadi Rp732,32 miliar. Sementara itu, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp444,88 miliar.
Per Desember 2022, total nilai aset DAYA tercatat sebesar Rp687,50 miliar, turun tipis dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp689,12 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp653,46 miliar dan ekuitas tercatat sebesar Rp34,03 miliar.
Sepanjang tahun 2022 lalu, perseroan telah melakukan penambahan gerai baru dengan lebih selektif dan lebih mengutamakan format baru, yakni street store atau community pharmacy. Selain itu, perseroan juga masih membuka beberapa gerai baru di mall yang memiliki prospek baik.
Tahun ini, fokus pengembangan usaha perseroan yakni pada segmen channel O+O atau offline plus online. Dengan demikian, selain melakukan penambahan gerai offline, perseroan juga akan mengembangkan saluran penjualan online melalui kerja sama dengan marketplace atau platform penjualan digital lainnya. Sementara untuk gerai offline, perseroan lebih berfokus untuk membuka gerai di wilayah Jawa dan Kalimantan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.