"Kenaikan aset produktif berupa piutang pembiayaan konsumen berdampak positif pada kinerja perseroan. Hal ini terlihat dari laba bersih periode 31 Desember 2022 sebesar Rp658,51 miliar atau meningkat 2,124% dibandingkan periode 31 Desember 2021,"ujarnya.
Mahrus menjelaskan, Mandala Finance mengalami peningkatan liabilitas sebesar 29,05% (yoy). Liabilitas perusahaan naik dari Rp2,58 triliun pada 2021 menjadi Rp3,33 triliun pada 2022."Sebagian besar disebabkan kenaikan pada jumlah pinjaman 115,37% atau sebesar Rp1,00 triliun. Kenaikan pinjaman ini sejalan dengan meningkatnya jumlah piutang pembiayaan konsumen dan meningkatnya kas dan setara kas, sebagaimana disampaikan di atas," tandasnya.
Menurut Mahrus, dengan keuntungan yang diperoleh kali ini, Mandala Finance mencatat total ekuitas tumbuh sebesar Rp3,24 triliun atau naik 17,12% (yoy) pada tahun 2022."Kondisi ekuitas tersebut menggambarkan masih terbuka ruang untuk perusahaan ekspansi bisnis lebih lanjut di masa mendatang," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.