Ketika kamu ingin mengajukan pinjaman untuk modal kerja atau untuk mengembangkan usaha, coba evaluasi terlebih dahulu usaha tersebut. Dengan menebak, kamu bisa memprediksi jenis mana yang akan kamu dapatkan.
Kamu juga pasti ingin mengetahui jumlah utangnya. Aturan dasarnya adalah semakin tinggi rasio utang terhadap ekuitas, semakin buruk bisnis kamu. Bank pasti akan berpikir dua kali sebelum memberikan pinjaman kepada perusahaan yang memiliki masalah keuangan yang serius.
2. Pertimbangkan suku bunga
Ini adalah salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan saat mengajukan pinjaman bisnis. Kamu dapat membandingkan suku bunga dari bank ke bank. Jika pinjaman kamu kecil, membayar bunga bank mungkin tidak terlalu banyak. Suku bunga baru seperti beban jika pinjaman kamu terlalu besar.
3. Perhatikan metode pembayaran
Sebelum mengajukan pinjaman, tanyakan pada beberapa bank atau lembaga keuangan yang akan kamu ajukan pinjaman. Mulai dari pengajuan persyaratan, proses pembayaran, hingga proses mendapatkan dukungan finansial.
Selain itu, penting juga untuk mengetahui apakah bank mengizinkan kamu membayar uang tepat waktu atau kamu harus menunggu sampai waktunya tepat. Saya telah meminta pinjaman yang tidak tahu bagaimana cara mengeluarkannya dan kemudian.
4 Pertimbangkan pembayaran hipotek
Sebelum mengajukan pinjaman, sebaiknya kamu juga mencari tahu tentang biaya-biaya yang harus dipenuhi saat mengajukan pinjaman. Setiap bank memiliki kebijakan tersendiri dalam hal ini. Namun tidak ada salahnya bertanya di awal, sehingga kamu bisa mengetahui berapa biaya yang harus di keluarkan untuk mendapatkan pinjaman ekuitas rumah.
Kamu juga dapat menggunakan posisi antara satu bank dengan bank lainnya, dan memilih salah satu yang paling cocok untuk kamu. Berikut penjelasan mengenai berbagai jenis pinjaman usaha, dan tips memilih jenis pinjaman yang tepat. Semoga ini bisa membantu.
(Agustina Wulandari )