Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pernah mengatakan, sebanyak 33 perusahaan telah masuk dalam pipeline BEI.
Perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor dan didominasi oleh perusahaan skala menengah atau yang memiliki aset Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.
"Sementara itu, sebanyak empat perusahaan lainnya bersakala kecil atau memiliki aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian, 15 perusahaann lainnya berskala besar atau memiliki aset di atas Rp250 miliar," kata Nyoman.
Diketahui, pipeline IPO tersebut juga diisi oleh beberapa sektor. Perusahaan dari sektor consumer cyclical mendominasi pipeline dengan jumlah sebanyak delapan.
Sektor kedua terbanyak adalah perusahaan transportasi logistik dan basic materials yakni sebanyak lima. Diikuti oleh empat perusahaan sektor teknologi, tiga perusahaan sektor finansial serta properti dan real estate, dua perusahaan sektor consumer noncylicals, serta satu perusahaan sektor industrial, kesehatan, dan infrastruktur.
Adapun, hingga 17 Maret 2023, sudah ada 27 perusahaan yang melakukan IPO di BEI. Sampai saat ini dana yang dihimpun dari IPO tersebut mencapai Rp12,5 triliun.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.