Share

Mengapa Kita Wajib Lapor SPT Tahunan Pajak?

Cita Najma Zenitha, Jurnalis · Kamis 30 Maret 2023 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 30 320 2790114 mengapa-kita-wajib-lapor-spt-tahunan-pajak-miS1VyNL0N.jpg Ilustrasi (Foto: Freepik)

JAKARTA- Mengapa kita wajib lapor SPT Tahunan pajak merupakan informasi penting terutama bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Setiap tahunnya, warga negara Indonesia wajib melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) kepada Direktorat Jenderal Pajak. SPT Tahunan adalah surat wajib pajak untuk melaporkan perhitungan pembayaran pajak sesuai ketentuan.

Pelaporan SPT Tahunan sendiri dilakukan setiap tahun.Namun, masih banyak orang yang menganggap remeh kewajiban ini dan enggan untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak.

Banyak dari masyarakat Indonesia bertanya mengapa kita wajib lapor SPT Tahunan Pajak.

Alasan wajib lapor SPT Tahunan untuk mendata kepemilikan harta wajib pajak satu tahun penuh seperti tanah, rumah, dan investasi lainnya. Dengan begitu Direktorat Jenderal Pajak mengetahui harta kepemilikan wajib pajak.

SPT Tahunan menjadi sarana wajib pajak mempertanggungjawabkan perhitungan perpajakan hartanya setahun penuh.

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, pelaporan SPT Tahunan menjadi bukti berjalannya sistem perpajakan di Indonesia. Dengan melaporkan SPT Tahunan tandanya wajib pajak telah memenuhi kewajibannya.

Hal ini sebagaimana tercatat dalam data DJP jelang penutupan tahun 2020. Dalam data tersebut tercatat kepatuhan wajib pajak lapor SPT Tahunan mencapai 76,86%. DJP menargetkan setiap tahunnya ada peningkatan kesadaran wajib pajak untuk melapor.

Nufransa Wirasakti selaku Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak berkata bahwa, alasan wajib lapor SPT Tahunan untuk mengetahui bila seseorang memiliki lebih dari satu sumber pendapatan.

Lapor SPT Tahunan juga dapat menjadi pembeda hasil perhitungan PPh apabila wajib pajak berpindah perusahaan. Sebab perusahaan baru biasanya tidak mengetahui informasi pendapatan pegawainya dari perusahaan sebelumnya.

Akibatnya perusahaan baru tidak memperhitungkan penghasilan perusahaan lama saat memotong pajak penghasilan pegawainya.

Wajib pajak akan terkena sangki bisa tidak melaporkan SPT Tahunan. Pengenaan sanksi kepada wajib pajak terdapat dalam Undang-Undang No.16 Tahun 2009 perubahan keempat atas Undang-Undang No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).

Bagi yang terlambat melaporkan SPT Tahunan akan terkena sanksi sebesar Rp 100.000 untuk wajib pajak pribadi. Sementara, wajib pajak badan terkena sanksi Rp 1.000.000 apabila telat lapor SPT Tahunan.

Demikian informasi mengapa kita wajib lapor SPT Tahunan pajak.

(RIN)

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini