JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan segera terbang ke China terkait pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di mana China Development Bank (CDB) belum menyuntik anggaran USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun untuk proyek tersebut.
Pemerintah sebelumnya mengajukan pinjaman senilai Rp8,3 triliun untuk menambal pembengkakan anggaran (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Total nilai pembengkakan biaya Kereta Cepat mencapai Rp18,2 triliun.
Namun hingga sekarang, CDB belum memenuhi komitmen untuk memberikan pinjamannya kepada Indonesia. Perkaranya belum ada kesepakatan nilai interest rate atau tingkat suku bunga atas pinjaman sebesar Rp8,3 triliun itu.
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kehadiran Luhut di negara komunis agar bisa bernegosiasi dengan pihak otoritas setempat. Adapun interest rate yang ditawar Indonesia berada di level 2%.
"Minggu ini Tim Pak Luhut dan Dirut KAI, Dirut KCIC kan ke China untuk negosiasi final mengenai pricing, belum selesai. Kita lagi nawarin 2%, tapi belum tahu dapat berapa," ungkap Tiko saat ditemui di gedung DPR RI, Senin (3/4/2023).
Selain bersumber dari utang, anggaran proyek KCJB akan ditambal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022. Dari skema yang ditetapkan, 75% cost overrun ditutupi dengan pinjaman.