JAKARTA - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang 2022 lalu.
Laba bersih perseroan tumbuh 291,67% menjadi USD8,82 juta atau Rp131,45 miliar, dari sebelumnya sebesar USD2,25 juta dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/4/2023).
BACA JUGA:
Kenaikan laba bersih perseroan sejalan dengan pendapatan yang juga naik 29,07% menjadi USD126,68 juta atau Rp1,88 triliun, dari sebelumnya sebesar USD98,14 juta. Melansir laporan keuangan, penjualan gas mendominasi dengan kontribusi sebesar USD99,26 juta atau Rp1,47 triliun.
Selanjutnya, jasa penyaluran gas mencatatkan pendapatan sebesar USD8,82 juta atau Rp131,49 miliar, jasa penyaluran minyak kerja sama operasi tercatat sebesar USD7,84 juta atau Rp116,89 miliar serta jasa kompresi dan transmisi gas tercatat sebesar USD2,40 juta atau Rp35,90 miliar.
BACA JUGA:
Lalu, pendapatan segmen operasi dan pemeliharaan tercatat sebesar USD4,15 juta atau Rp61,91 miliar, segmen jasa fasilitas LPG tercatat sebesar USD2,35 juta atau Rp35,06 miliar, segmen sewa tangki mencatatkan pendapatan sebesar USD1,09 juta atau Rp16,25 miliar, dan pendapatan lainnya sebesar USD741.207 atau Rp11,04 miliar.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan perseroan tercatat sebesar USD101,62 juta atau Rp1,51 triliun. Adapun, beban umum dan administrasi tercatat sebesar USD12,73 juta atau Rp189,75 miliar, serta beban lainnya sebesar USD2,42 juta atau Rp36,19 miliar.
Per Desember 2022, total nilai aset RAJA tercatat sebesar USD260,50 juta atau Rp3,88 triliun, tumbuh 6,07% dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar USD245,58 juta. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar USD127,44 juta dan ekuitas sebesar USD133,05 juta.
Pada akhir Desember 2022 lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa perusahaan konsorsium PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Cipta Niaga Gemilang menjadi pemenang lelang Penawaran Langsung Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahun 2022 untuk Wilayah Kerja Jabung Tengah.
Adapun, keputusan tersebut berdasarkan hasil penilaian atas Dokumen Partisipasi dari peserta lelang, yang selanjutnya telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Sebagai informasi, nilai investasi komitmen pasti Wilayah Kerja (WK) Jabung Tengah sebesar USD16,55 juta dengan bonus tanda tangan sebesar USD150 ribu.
Adapun, komitmen pasti itu terdiri dari kegiatan tiga studi G&G, akuisisi dan prosesing data Seismik 2D 500 km, serta dua sumur eksplorasi.
Sebagai informasi, WK Jabung Tengah berlokasi di Daratan dan Lepas Pantai Jambi, Riau dan Kepulauan Riau, dengan luas 8.728,34 kilometer persegi.
(Zuhirna Wulan Dilla)