“Karena itu, untuk menghindari risiko gejolak pasar pada obligasi tenor pendek, kami menyarankan berinvestasi pada tenor menengah-panjang, atau artinya di atas 3 tahun” ujarnya.
Sejak awal tahun 2023 return obligasi juga masih positif seiring dengan tingginya tingkat kepercayaan investor asing kepada efek utang pemerintah Indonesia.
Ketertarikan tersebut dicerminkan pada porsi kepemilikan SBN oleh investor asing mencapai Rp818,53 triliun atau setara 14,89% nilai beredar pada akhir Maret 2023, yang mengalami kenaikan dari Rp762,19 triliun atau setara 14,36% dari nilai beredar akhir tahun 2022 lalu.
Selain masuknya investor asing ke pasar efek utang Indonesia, Nita mengatakan ada dua faktor positif lain yang juga dapat mendukung return investasi investor pada obligasi, yakni sifat obligasi yang stabil dengan potongan pajak yang rendah dan naiknya target nilai penerbitan obligasi pemerintah tahun ini.
Dari sisi sifat instrumennya, obligasi memang sering dinilai sebagai instrumen yang lebih stabil dan pasti dibandingkan instrumen investasi lain karena pergerakannya yang stabil.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.