JAKARTA - Regulator keuangan Amerika telah mengambil alih First Republic Bank yang bermasalah.
Dilansir VOA di Jakarta, Rabu (3/5/2023) menjual aset-asetnya pada JPMorgan Chase Bank. Ini merupakan kegagalan bank besar ketiga di Amerika dalam dua bulan terakhir.
BACA JUGA:
Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengatakan semua deposito First Republic Bank yang berkantor di San Fransisco akan menjadi pelanggan JPMorgan dan memiliki akses langsung dan penuh pada uang mereka.
Adapun dari kesepakatan itu, JPMorgan mengakuisisi “secara substansial semua aset First Republic Bank, dan setuju untuk bertanggungjawab atas simpanannya, termasuk simpanan yang berada di atas batas asuransi federal sebear USD250.000 per rekening.
First Republic Bank memiliki aset sekitar USD229,1 miliar dan deposito USD103,9 miliar.
Tetapi dalam sebuah pernyataan, JPMorgan mengatakan pihaknya tidak akan menanggung utang perusahaan atau saham preferen First Republic Bank.
BACA JUGA:
Dari kegagalan First Republic Bank diperkirakan akan merugikan FDIC sekitar USD13 miliar, kata agensi itu. Uang itu akan berasal dari dana asuransi simpanan FDIC, yang disumbangkan oleh bank-bank yang diasuransikan itu setiap tiga bulan.
Diketahui, pada enutupan dan penjualan First Republic Bank terjadi tujuh minggu setelah penutupan mendadak Silicon Valley Bank di California dan Signature Bank di New York pada bulan Maret lalu, yang merupakan tiga dari empat kegagalan bank terbesar di Amerika setelah pailitnya Washington Mutual tahun 2008.
Kegagalan beberapa bank itu baru-baru ini merupakan akibat keputusan investasi keuangan yang buruk oleh manajer bank, dan penarikan uang oleh deposan secara tajam.
Di First Republic Bank, dalam beberapa minggu terakhir ini para deposan telah menarik lebih dari USD100 miliar.
Sebelumnya, Presiden Joe Biden memastikan bahwa kondisi perbankan Amerika tetap sehat.
“Langkah pengambilalihan (First Republic Bank) bertujuan untuk memastikan bahwa sistem perbankan Amerika sehat. Ini mencakup upaya melindungi UKM di seluruh Amerika yang harus membayar pekerja dan operasi usaha kecil mereka," bebernya.
Kepala Eksekutif JPMorgan Jamie Dimon mengatakan kepada para analis keuangan, tidak ada jaminan bahwa bank-bank lain tidak akan gagal. Tetapi yakin bahwa keadaan darurat itu akan dapat segera diselesaikan, dan bahwa sistem perbankan Amerika tetap sehat.
“Bagian dari krisis ini sudah berakhir,” ujar Dimon.
Dia mengakui, bagaimana pun juga, ketika suku bunga terus meningkat, ekonomi Amerika yang terbesar di dunia dapat menghadapi lebih banyak kesulitan.
“Mudah-mudahan masyarkaat mempersiapkan diri dengan baik,” tambahnya.
Sebagai informasi, sebelum pengambilalihan First Republic Bank, JPMorgan Chase merupakan bank terbesar di Amerika dengan deposito pada akhir Maret lalu mencapai USD2,4 triliun. Pasca kegagalan dua bank bulan Maret lalu, JPMorgan Chase mengatakan menerima sekitar USD50 miliar dalam bentuk simpanan baru dari orang-orang yang khawatir dengan nasib uang mereka di bank-bank yang lebih kecil.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.