Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Kendala Biaya, Wapres Sebut 5 Cara Jaga Ketersediaan Air Bersih di RI

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2023 |13:58 WIB
Ada Kendala Biaya, Wapres Sebut 5 Cara Jaga Ketersediaan Air Bersih di RI
Wapres Maruf Amin. (Foto: MPI)
A
A
A

Dari kebutuhan sebesar Rp123,4 triliun untuk pemenuhan akses air minum 10 juta sambungan rumah, yang dibiayai APBN hanya sebesar Rp21 triliun dan APBD hanya sebesar Rp15.6 triliun.

“Kedua, proyek penyediaan air minum memiliki segmen pasar yang jelas, cakupan wilayahnya terukur, serta pengembalian modalnya relatif cepat,” sambung Wapres.

Dengan demikian, Wapres berharap penyediaan air bersih untuk masyarakat dapat tepat guna dan tepat sasaran.

Strategi ketiga menurutnya perlu dikembangkan skema insentif yang menarik bagi investor, baik bersifat tarif serta kemudahan perizinan.

Dengan skema yang menarik, Wapres menilai, dapat terjadi percepatan pencapaian berbagai target akses air minum sesuai RPJMN 2020-2024.

Dia pun berharap, skema ini dapat dikembangkan dengan baik oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Keempat, perkuat tata kelola dan kelembagaan penyelenggaraan air minum,” pinta Wapres.

Penguatan kelembagaan ini, Wapres menuturkan, dilakukan melalui kolaborasi yang harmonis antara PDAM dengan pemerintah daerah pada aspek-aspek penting penyediaan air bersih yaitu aspek keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia.

Strategi kelima, Wapres meminta pemerintah daerah sebagai pihak yang memperoleh pendelegasian kewenangan pengelolaan air minum, agar menciptakan iklim usaha yang kondusif di daerahnya.

“Serta memperkuat komitmen dalam memberi layanan terbaik penyediaan air minum kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement