Penurunan performa keuangan ini mendorong rugi per saham BTEL kian bertambah dari semula minus Rp0,13 per saham, menjadi minus Rp0,92 per saham, demikian dikutip dari laporan keuangan, Rabu (5/7/2023).
Dari sisi neraca, total aset BTEL naik 5,06% mencapai Rp34,95 miliar, dari akhir 2022 sebesar Rp33,27 miliar. Jumlah utang (liabilitas) tumbuh 0,51% di level Rp5,92 triliun, sehingga ekuitas mengalami defisiensi mencapai Rp5,88 triliun.
Kas yang digenggam akhir Maret 2023 mencapai Rp2,20 miliar, naik sekitar Rp1,79 miliar akibat selisih hasil aktivitas operasi. Sedangkan kas per Maret 2022 mencapai Rp1,5 miliar
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.