Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapan Indonesia Keluar Lepas dari Midle Income Trap?

Kharisma Rizkika Rahmawati , Jurnalis-Jum'at, 21 Juli 2023 |12:30 WIB
Kapan Indonesia Keluar Lepas dari <i>Midle Income Trap</i>?
Indonesia. (Foto: MPI)
A
A
A

"Jadi intinya adalah bagaimana agar produktivitas atau output bisa lebih besar dari input terutama di sektor agriculture," jelasnya.

Kemudian, Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky mengatakan Bank Dunia sudah menetapkan Indonesia sebagai negara dengan pendapatan menengah ke atas.

"Tapi sesungguhnya rankingnya masih di bawah. Dan ada yang harus diluruskan dulu bahwa cara bank dunia untuk membagi kelas pendapatan rendah, menengah bawah, menengah atas, dan pendapatan tinggi itu dilakukan berdasakan GNI (Gross National Income), dan juga GNI berdasarkan metode atlas," jelasnya.

Dia menjelaskan kalau untuk kasus Indonesia GNI memang lebih kecil dari GDP karena ada faktor-faktor produksi asing yang berproduksi di Indonesia masuk dalam PDB tapi tidak masuk dalam GNI.

"Jenis perhitungan dengan metode atlas adalah dengan GDP ke GNI dengan perhitungan tertentu lalu diolah berdasarkan perbandingan nilai tukar dan perbandingan inflasi dan seterusnya itulah yang disebut metode atlas. Sayangnya di data BPS tidak ada GNI metode atlas, yang ada hanya GNI versi BPS," bebernya.

"Bank Dunia biasanya pada setiap tengah tahun membuat klasifikasi yang tidak tetap namun tidak banyak bergeser (hanya sekira USD50), dan pada 2022 diputuskan klasifikasi batas pendapatan menengah bawah batasnya adalah USD4.466/kapita sampai USD13.845/kapita di menengah atas. Negara berpendapatan tinggi/maju adalah yang di atas USD13.84/kapita," tambahnya.

Menurutnya, di China saja yang per definisi bank dunia di atas sesungguhnya belum menjadi negara maju karena hanya USD12.850/kapita.

"Masih butuh 2-3 lompatan untuk menjadi negara maju," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement