MRT Tawarkan 4 Proyek Potensial
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchad H. Mahfud mengungkapkan, pada gelaran Jakarta Investment Forum tahun ini pihaknya fokus menawarkan empat proyek potensial kepada para calon investor. Farchad menyebut, salah satu yang ditawarkan PT. MRT Jakarta adalah Fatmawati Extended Concourse. Ia mengungkapkan, di stasiun MRT Fatmawati terdapat satu struktur yang bisa dimanfaatkan sebagai aset produktif.
MRT Jakarta juga menawarkan proyek Bundaran HI Extended Concourse.
“Saat ini stasiun Bundaran HI sebetulnya memiliki satu area yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan area komersial sebesar 3.100 meter persegi. di sini nantinya akan menjadi satu area Mal atau area komersial yang terhubung langsung dengan stasiun sebagaimana layaknya pelayanan stasiun yang ada di kota-kota besar di mancanegara,” ungkap Farchad.
Selain itu, MRT Jakarta juga menawarkan Dukuh Atas Pedestrian Deck, Blok M Mixed-Use dan Fatmawati Mixed Use sebagai salah satu proyek potensial. Farchad mengatakan, proyek-proyek tersebut merupakan bentuk nyata optimalisasi kawasan TOD di sekitar stasiun MRT Jakarta.
Transjakarta Tawarkan 3 Proyek Potensial
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menampilkan 3 (tiga) potensi investasi dalam kegiatan Jakarta Investment Forum (JIF) 2023. Ketiga potensi investasi tersebut adalah Revitalisasi Halte Bus BRT, Revitalisasi Halte Bus Non-BRT, dan Instalasi Panel Surya di halte-halte BRT ikonik Transjakarta.
“Tujuan utama dari investasi yang ditawarkan adalah sebagai bagian dari peningkatan layanan Transjakarta kepada pelanggan, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang lebih memuaskan dan berujung kepada word-ofmouth yang positif untuk meningkatkan ridership Transjakarta,” ungkap Direktur
Pelayanan dan Bisnis PT Transportasi Jakarta, Lies Permana Lestari. Lebih lanjut, Lies menjelaskan bahwa potensi-potensi investasi tersebut memberikan kesempatan peningkatan komersialisasi aset-aset Transjakarta, sebagai bagian dari pendapatan non-tiket.
“Pengembangan area retail dan area branding maupun aktivasi di halte selain menjadi sumber pendapatan, juga akan menambah kenyamanan pelanggan saat menunggu bus tiba,” jelas Lies.
Lies mengatakan, ketiga potensi kerjasama investasi ini dipilih karena merupakan potensi yang sangat real dan benar-benar suatu hal yang saat ini sedang dibutuhkan oleh Transjakarta sebagai salah satu upaya peningkatan kenyamanan pelanggan. Oleh karena itu, diharapkan agar calon investor dapat melihat potensi-potensi investasi ini sebagai sebuah potensi yang executable untuk dikembangkan.
Proyek-Proyek Unggulan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Sementara itu, Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Cahyo Satrio Prakoso, mengungkapkan ada sejumlah proyek potensial yang siap ditawarkan pihaknya dalam gelaran Jakarta Investment Forum 2023.
Pertama yaitu LOT A Ancol Residential Development. Cahyo mengatakan, area yang terletak di kawasan utara Ancol dan berbatasan langsung dengan kawasan pantai itu memiliki luas mencapai 1,7 hektare.
“Di sini kita bisa mengembangkan total luas areanya sampai dengan 1,7 hektar, jadi dengan peruntukannya sebagai residential development,” ungkap Cahyo.
Selain LOT A, Cahyo menyebut pihaknya juga menawarkan proyek LOT B yang memiliki luas sekitar 3,1 Hektar. Cahyo mengatakan, kawasan LOT B Ancol itu nantinya diperuntukan sebagai mixed use.
“Mixed use merupakan peruntukan campuran antara residential kemudian retail, dan komersial, jadi disini ada beberapa kawasan komersial yang bisa dipadu dan harapannya kita bisa mulai tahun 2027,” jelas Cahyo.
Adapun proyek potensial investasi lainnya yang ditawarkan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, di antaranya New Marina Ancol, Putri Duyung Resort, East Ancol Mixed Use Development, West Ancol Mixed Use Development, Ancol Hotel, dan Ecopark Mixed Use Development.
(Zuhirna Wulan Dilla)