JAKARTA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Investment Forum (JIF) 2023.
Forum bisnis dan investasi tahunan di Jakarta ini, akan digelar secara hybrid di Hotel The St. Regis Jakarta dan ditayangkan secara langsung melalui kanal Youtube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (3/8/2023).
Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra, mengungkapkan, pada tahun ini JIF mengusung tema “Global City and Beyond”.
Dia menjelaskan, tema tersebut diusung untuk mendukung komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai Global City.
“Tema JIF 2023 diangkat sejalan dengan semangat Jakarta untuk memperkuat posisinya sebagai global city pasca rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara,” jelas Benni saat Press Conference, Senin, 31 Juli 2023.
Benni mengungkapkan, JIF 2023 akan mengundang mitra potensial nasional maupun internasional, untuk berpartisipasi dalam pembangunan Jakarta ke depan.
Dia menegaskan, Jakarta akan memperkuat perannya sebagai pusat ekonomi dan bisnis, tak hanya secara nasional melainkan juga di tatanan regional dan global.
Sementara itu, Kepala Jakarta Investment Centre (JIC), Tona Hutauruk, menjelaskan bahwa JIF 2023 juga akan dilengkapi dengan diskusi plenary, diskusi tematik, dan workshop.
Berbagai pembicara nasional dan internasional dari berbagai latar belakang akan hadir untuk memperkaya diskusi terkait rencana pembangunan Jakarta ke depan.
“JIF 2023 direncanakan akan dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Kegiatan kemudian akan dilanjutkan dengan diskusi utama yang mengangkat tema Global City and Beyond serta diikuti oleh diskusi tematik mengenai kendaraan listrik (EV), pembangunan infrastruktur dan investasi hijau di Jakarta,” jelas Tona.
BACA JUGA:
Tidak hanya itu, Tona menyebut pada gelaran JIF tahun ini, pihaknya juga menyediakan sesi Workshop Sustainability Reporting for Companies terkait penyusunan dokumen Sustainability Report (Laporan Keberlanjutan) bagi para pengusaha di Jakarta yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penyusunan dokumen mengenai praktik-praktik dan visi berkelanjutan yang dilakukan oleh perusahaan.
“JIF 2023 akan menghadirkan 21 proyek investasi dari 5 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yaitu PT MRT Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP),” papar Tona.
Adapun Proyek-proyek yang ditawarkan pada JIF 2023 antara lain sebagai berikut:
1. Fatmawati Extended Concourse
2. Bundaran HI Extended Concourse
3. Dukuh Atas Pedestrian Deck
4. Fatmawati Mixed Use
5. Blok M Mixed Use
6. LOT A Ancol Residential Development
7. LOT B Ancol Mixed Use Development
8. New Marina Ancol
9. Putri Duyung Resort
10.East Ancol Mixed Use Development
11.West Ancol Mixed Use Development
12.Ancol Hotel
13.Ecopark Mixed Use Development
14.Depo LRT Development
15.LRT Jakarta Phase 2A-2B
16.BRT Transjakarta Shelter
17.JIEP Lot 4 Project
18.Pedestrian Shelter Redevelopment
19.Medical & Biomedical Waste Facilities
20.Regional Waste Processing Facilities
21.Green Shelter Electricity
Pendaftaran peserta untuk mengikuti rangkaian acara JIF 2023 pun telah dibuka dan dapat diakses melalui tautan https://invest.jakarta.go.id/jakarta-investment-forum.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar menyambut baik dan mendukung penuh Jakarta Investment Forum (JIF) 2023 dalam mempromosikan berbagai proyek investasi potensial di Jakarta
“Melalui JIF 2023, kami berharap semakin banyak pihak yang memiliki pemahaman tentang besarnya potensi ekonomi Jakarta, gambaran proyek strategis dan potensial, serta kesiapan Jakarta menerima calon investor untuk bersama-sama mendorong transformasi Jakarta sebagai Global City,” ungkap Arlyana.
Arlyana mengungkapkan, di tengah risiko global momentum pemulihan ekonomi Jakarta masih terus berlanjut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 diperkirakan masih tetap kuat yaitu tumbuh pada kisaran 4,5% - 5,6%, yang tentunya juga didukung oleh kinerja investasi di Jakarta.
“Upaya dan sinergi dari Pemprov DKI Jakarta dan berbagai sektor, telah berhasil menggerakkan berbagai proyek investasi sehingga memberikan dorongan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja,” imbuh Arlyana.
Arlyana mengatakan, ke depan peran investasi akan semakin penting guna mewujudkan Jakarta sebagai kota global pasca pemindahan IKN. Berbagai tantangan pun akan dihadapi Jakarta sebagai kota global. Namun begitu, Arlyana menilai tantangan itu nantinya dapat menjadi peluang bagi investor untuk melakukan investasi di berbagai sektor seperti transportasi, TOD, penyediaan air bersih, pengolahan limbah, infrastruktur kendaraan listrik, serta kawasan industri dan komersial hijau.
MRT Tawarkan 4 Proyek Potensial
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchad H. Mahfud mengungkapkan, pada gelaran Jakarta Investment Forum tahun ini pihaknya fokus menawarkan empat proyek potensial kepada para calon investor. Farchad menyebut, salah satu yang ditawarkan PT. MRT Jakarta adalah Fatmawati Extended Concourse. Ia mengungkapkan, di stasiun MRT Fatmawati terdapat satu struktur yang bisa dimanfaatkan sebagai aset produktif.
MRT Jakarta juga menawarkan proyek Bundaran HI Extended Concourse.
“Saat ini stasiun Bundaran HI sebetulnya memiliki satu area yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan area komersial sebesar 3.100 meter persegi. di sini nantinya akan menjadi satu area Mal atau area komersial yang terhubung langsung dengan stasiun sebagaimana layaknya pelayanan stasiun yang ada di kota-kota besar di mancanegara,” ungkap Farchad.
Selain itu, MRT Jakarta juga menawarkan Dukuh Atas Pedestrian Deck, Blok M Mixed-Use dan Fatmawati Mixed Use sebagai salah satu proyek potensial. Farchad mengatakan, proyek-proyek tersebut merupakan bentuk nyata optimalisasi kawasan TOD di sekitar stasiun MRT Jakarta.
Transjakarta Tawarkan 3 Proyek Potensial
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menampilkan 3 (tiga) potensi investasi dalam kegiatan Jakarta Investment Forum (JIF) 2023. Ketiga potensi investasi tersebut adalah Revitalisasi Halte Bus BRT, Revitalisasi Halte Bus Non-BRT, dan Instalasi Panel Surya di halte-halte BRT ikonik Transjakarta.
“Tujuan utama dari investasi yang ditawarkan adalah sebagai bagian dari peningkatan layanan Transjakarta kepada pelanggan, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang lebih memuaskan dan berujung kepada word-ofmouth yang positif untuk meningkatkan ridership Transjakarta,” ungkap Direktur
Pelayanan dan Bisnis PT Transportasi Jakarta, Lies Permana Lestari. Lebih lanjut, Lies menjelaskan bahwa potensi-potensi investasi tersebut memberikan kesempatan peningkatan komersialisasi aset-aset Transjakarta, sebagai bagian dari pendapatan non-tiket.
“Pengembangan area retail dan area branding maupun aktivasi di halte selain menjadi sumber pendapatan, juga akan menambah kenyamanan pelanggan saat menunggu bus tiba,” jelas Lies.
Lies mengatakan, ketiga potensi kerjasama investasi ini dipilih karena merupakan potensi yang sangat real dan benar-benar suatu hal yang saat ini sedang dibutuhkan oleh Transjakarta sebagai salah satu upaya peningkatan kenyamanan pelanggan. Oleh karena itu, diharapkan agar calon investor dapat melihat potensi-potensi investasi ini sebagai sebuah potensi yang executable untuk dikembangkan.
Proyek-Proyek Unggulan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Sementara itu, Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Cahyo Satrio Prakoso, mengungkapkan ada sejumlah proyek potensial yang siap ditawarkan pihaknya dalam gelaran Jakarta Investment Forum 2023.
Pertama yaitu LOT A Ancol Residential Development. Cahyo mengatakan, area yang terletak di kawasan utara Ancol dan berbatasan langsung dengan kawasan pantai itu memiliki luas mencapai 1,7 hektare.
“Di sini kita bisa mengembangkan total luas areanya sampai dengan 1,7 hektar, jadi dengan peruntukannya sebagai residential development,” ungkap Cahyo.
Selain LOT A, Cahyo menyebut pihaknya juga menawarkan proyek LOT B yang memiliki luas sekitar 3,1 Hektar. Cahyo mengatakan, kawasan LOT B Ancol itu nantinya diperuntukan sebagai mixed use.
“Mixed use merupakan peruntukan campuran antara residential kemudian retail, dan komersial, jadi disini ada beberapa kawasan komersial yang bisa dipadu dan harapannya kita bisa mulai tahun 2027,” jelas Cahyo.
Adapun proyek potensial investasi lainnya yang ditawarkan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, di antaranya New Marina Ancol, Putri Duyung Resort, East Ancol Mixed Use Development, West Ancol Mixed Use Development, Ancol Hotel, dan Ecopark Mixed Use Development.
(Zuhirna Wulan Dilla)