Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Target Kemiskinan Ekstrem 0% di 2024, Masalah Data Perlu Diperbaiki

Kharisma Rizkika Rahmawati , Jurnalis-Minggu, 06 Agustus 2023 |19:34 WIB
Target Kemiskinan Ekstrem 0% di 2024, Masalah Data Perlu Diperbaiki
Kemiskinan (Foto: Okezone)
A
A
A

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Kementerian Koordinator PMK Nunung Nuryartono mengatakan saat ini ketidaktepatan sasaran kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem telah menurun setelah pemerintah membuat data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) pada 2022.

"Itu data (penerima manfaat) by name by address yang bisa dirujuk seluruh kementerian dan lembaga," kata Nunung.

Ia mengatakan sebanyak 27 kementerian dan lembaga telah merujuk pada data tersebut untuk merealisasi program-program pengentasan kemiskinan ekstrem.

Agar tepat sasaran, sebelumnya data tersebut telah dikirim ke pemerintah daerah untuk diverifikasi dan diintegrasikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Bisa kami sampaikan bahwa program pengentasan kemiskinan ekstrem berjalan semakin baik berdasarkan hasil monitoring di 10 wilayah yang menggunakan data P3KE," katanya.

Adapun Kemenko PMK mencatat angka kemiskinan ekstrem di Indonesia menurun menjadi 1,12 persen pada Maret 2023 dari 1,74 persen pada September 2022.

Nunung memastikan ke depan kebijakan-kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem akan tetap dijalankan di tahun politik, termasuk program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENa) yang diharapkan meningkatkan pendapatan penerimanya.

"Asesmen juga perlu dilakukan dan harus betul-betul dipastikan dia berkelanjutan sehingga penerima manfaat tidak jatuh miskin lagi. Sehingga program ini harus diikuti pendampingan, penyediaan pasar, dan off taker-nya," kata Nunung menambahkan.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement