JAKARTA - Ahli Perencana Kota menyoroti kebijakan transportasi di Indonesia masih kuno di tengah kualitas udara yang buruk di Jabodetabek. Transportasi pun menjadi masalah utama polusi udara di utamanya di Jakarta.
Ketua Majelis Kode Etik Ikatan Ahli Perencana Kota Bernardus Djonosaputro memaparkan, masyarakat belum secara masif menggunakan transportasi publik.
“Padahal di negara maju, masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi publik karena aman, murah, dan minim risiko,” ujarnya, Rabu (6/92/2023).
Saat ini masyarakat Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta lebih memilih kendaraan pribadi yang mengeluarkan emisi karbon.
“Itu sumber polusinya. Jadi kebijakan yang diambil bukan mematikan PLTU, tapi mengubah pola penggunaan transportasi,” ujarnya.
Dia mencontohkan, negara maju sudah menerapkan zonasi kendaraan listrik di sejumlah kota besar.
“Tidak boleh ada lagi kendaraan bermesin bakar/combustion engine yang melintas di kota,” katanya.