Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank Dunia Proyeksi 150 Juta Orang Mengungsi Imbas Perubahan Iklim

Kharisma Rizkika Rahmawati , Jurnalis-Sabtu, 09 September 2023 |08:04 WIB
Bank Dunia Proyeksi 150 Juta Orang Mengungsi Imbas Perubahan Iklim
150 juta orang mengungsi imbas perubahan iklim (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA Bank Dunia memproyeksi 150 juta orang mengungsi imbas perubahan iklim. Pasalnya perubahan iklim telah memperlebar kesenjangan di tengah masyarakat.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid yang merupakan penggagas gerakan 5P atau 5P Movement menilai, perubahan iklim telah menyebabkan masyarakat kalangan bawah terjebak dalam kondisi yang memprihatinkan.

Arsjad Rasjid mengatakan bahwa manifestasi kesenjangan itu adalah ancaman gizi buruk yang telah menjangkau lebih dari 149,2 juta anak di bawah usia lima tahun. Sementara itu, negara-negara berkembang menanggung beban yang jauh lebih berat daripada negara maju, akibat bencana, penyakit, konflik sumber daya, dan perdagangan manusia.

Bank Dunia memprediksikan, pada 2050, lebih dari 140 juta orang di Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin akan menjadi pengungsi karena bencana perubahan iklim yang ekstrem. Sementara itu, penyumbang emisi terbesar saat ini berasal dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat sekitar 25% dan Uni Eropa sebesar 22%.

“Dihadapkan pada kesenjangan yang mengakibatkan derajat kemanusiaan sebagian penduduk bumi terlempar dan terancam, kita perlu bertindak sekarang. Kesenjangan, yang diperburuk oleh ancaman pemanasan global itu terkait erat dengan sistem yang kita bangun saat ini. Harus ada perubahan dan gerakan ini harus dimulai dari sekarang. Ini yang melandasi lahirnya Gerakan 5P Indonesia,” ujarnya, Sabtu (9/9/2023).

Arsjad Rasjid menegaskan, Gerakan 5P ingin mengajak masyarakat global untuk beralih dari pendekatan pembangunan yang murni ekonomi kepada pendekatan berbasis nilai. Tanpa nilai, tidak ada kemajuan yang berkelanjutan. Pasalnya, wacana ekonomi kontemporer seringkali mengabaikan topik-topik penting, terkait nilai-nilai etis, keyakinan agama, aspirasi generasi muda penerus masa depan, atau aspirasi dari komunitas akar rumput.

“Gerakan ini ingin mendefinisikan kembali kemajuan, dan memastikan kemajuan itu tercapai secara etis, inklusif, dan berkelanjutan dengan menanamkan perdamaian, harmoni, dan toleransi,” katanya.

Seperti diketahui, visi kerangka pembangunan inklusif, 5P, tidak muncul mendadak. Hal itu tercetus saat percakapan mendalam Arsjad Rasjid dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Roma, Italia pada tahun 2021. Gerakan 5P juga terinspirasi dari konsep universal Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika,” yang menekankan persatuan di tengah keberagaman, dan “Gotong Royong,” yaitu kemitraan yang setara dan tidak mengabaikan siapapun.

Arjad Rasjid menjelaskan, setelah diluncurkan, 5P Indonesia akan terlibat aktif pada event COP-28 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada November hingga Desember mendatang. Melalui Alva Motor, kendaraan listrik buatan Indika Group tersebut, dengan Arsjad sebagai CEO dan President Direktur, bakal menjadi kendaraan resmi untuk mempromosikan COP-28 melalui kampanye “10.000 kilometers for good energy.” Alva Motor menjadi kendaraan yang akan menempuh perjalanan 10.000 kilometer, untuk menunjukkan keseriusan global dalam mewujudkan transformasi energi hijau melalui kendaraan listrik.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement