Hal serupa dialami oleh Ridho (25) seorang penjual kebaya di Pasar Tanah Abang. Ridho pun merasakan kondisi Pasar Tanah Abang tidak seramai seperti sebelum pandemi.
Demi mendapat penghasilan, Ridho mengaku harus menurunkan harga jual produknya. Hal itu berdampak pada keuntungan yang ia dapatkan.
Jika sebelum pandemi Ridho mampu menjual 40 potong pakaian perhari. Kini, menjual 10 potong pakaian saja Ridho tidak mampu.
2. Penurunan Omzet
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan kalau penurunan omzet para pedagang di Pasar Tanah Abang bisa berlangsung secara permanen.
"Tadi saya diskusi dengan PD Pasar Jaya memang ini terjadi penurunan dan kemungkinan bisa permanen penurunannya," kata Teten usai melakukan sidak di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9/2023).
Teten menyebut pada waktu-waktu tertentu seperti hari raya lebaran dan akhir tahun memang akan ada peningkatan omzet dan penjualan, namun dia memastikan bahwa dampak penurunan yang terjadi saat ini akan berlangsung permanen.
Saat ini, menurut Teten para pedagang sudah mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.
3. Alami Penurunan hingga 50%
Rata-rata para pedagang di Tanah Abang mengalami penurunan hingga 50%.
"Tadi saya sudah keliling (Pasar Tanah Abang), saya juga sudah tanya penurunannya rata-rata di atas 50%," ungkapnya.
Dia menduga bahwa penurunan yang terjadi disebabkan oleh menjamurnya produk barang impor murah sehingga produk UMKM lokal menjadi kalah saing.
"Saya berkesimpulan produk yang dijual oleh mereka tidak bisa bersaing karna ada produk-produk impor yang dijual yang harganya sangat murah sekali," pungkasnya.
4. Meminta TikTok Ditutup
Poster dipasang di depan toko-toko oleh pedagang Pasar Tanah Abang dengan nada protes kepada pemerintah.
Poster tersebut bertuliskan protes dan permintaan kepada pemerintah untuk menghapus platform e-commerce dan tiktok. Para pedagang berniat menyampaikan pesan tersebut kepada Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki.
"Tolong pak TikTok ditutup pak," tulis salah satu poster yang dibuat dari selembar kardus. "Hapus online shop," bunyi tulisan di poster yang lain. "Pak tolong kembalikan senyum pedagang," tulis poster lainnya.
Salah satu pedagang yang protes bernama Anton mengatakan, platform TikTok Shop sangat merugikan pedagang di pasar, pasalnya menurut Anton harga yang dipasang di TikTok Shop sangat murah.
5. Pemerintah untuk Bersikap Tegas
Pedagang Pasar Tanah Abang meminta kepada pemerintah untuk bersikap tegas dan mencari solusi terbaik agar para pedagang di pasar tidak semakin dirugikan.
"Minta tolong ke pak menteri online shop TikTok berpengaruh banget buat pedagang di sini (Pasar Tanah Abang)," tutur Anton Pedagang Pasar Tanah Abang.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.