JAKARTA - Pasar obligasi Indonesia masih bertahan di zona positif meski berada di tengah ketidakpastian dan outflow asing dalam 2 bulan belakangan ini (Agustus-September 2023).
"Secara year-to-date (ytd), masih mencatatkan positive return. Ini kalau saya lihat memang ada pengaruh dari meningkatnya porsi domestik untuk di SBN," ujar Kepala Departemen Riset Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), Roby Rushandie dalam IDX Channel Market Review di Jakarta, Senin (9/10/2023).
BACA JUGA:
Sehingga, kalau dibandingkan masa ini dengan masa sebelum pandemi Covid-19, di mana sebelum pandemi sangat sensitif dengan outflow asing, sekarang masih bisa lebih terjaga dari volatilitas karena pengaruh dari investor domestik yang masih berlanjut mengakumulasi SBN.
"Investor domestik, khususnya lembaga keuangan non bank menjadi investor domestik terbesar seperti asuransi dan dana pensiun. Kemudian, juga ada kenaikan yang cukup baik dari sisi investor retail," sambung Roby.
BACA JUGA:
Dia mengatakan, pemerintah saat ini juga sedang gencar menerbitkan instrumen obligasi retail untuk mendiversifikasi basis investor domestik.