JAKARTA - 4 saham yang perlu dicermati lebih lagi di tengah perang Israel vs Palestina.
Perang ini menimbulkan banyak sentiment terhadap perekonomian global, salah satunya adalah pergerakan saham yang ada di Indonesia.
Research Analyst MNC Sekuritas yakni Alif Ihsanario menjelaskan mengenai konflik antara kedua negara tersebut yang berdampak pada depresiasi rupiah yang akhirnya terus mengalami kelemahan terhadap dolar AS. Pada hari ini, rupiah juga sudah mendekati level Rp16.000 per USD.
"Sepekan lalu IHSG terkontraksi, ada banyak hal secara makro dan global, dalam waktu dekat ini muncul kembali konflik Timur Tengah, itu membuat BI banting setir untuk menaikan suku bunga ke 6%," ujar Alif dalam Power Breakfast IDX Channel, Jakarta.
Alif juga menyampaikan, dengan sentiment konflik tersebut ada beberapa saham emiten yang dapat dicermati di pasar saham Indonesia. Jika dilihat secara umum, emiten yang dapat dicermati adalah mereka yang punya pasar orientasi ekspor, dan punya lini usaha di sektor peremasan.
Berikut ini, dilansir dari berbagai sumber mengenai 4 saham yang patut untuk dicermati.
1. HRTA
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) direkomendasikan oleh BUY di level terakhir yaitu 430. Menurut Alif HRTA baru saja meluncurkan produk baru Emasku yang merupakan emas batangan dengan kadar emas sebesar 99,99%.
"Ada sentimen positif dari emas di tengah ketidakpastian global ini, dan prospek pemotongan suku bunga yang akan dimulai pada paruh kedua tahun depan, maka untuk harga emas ada potensi upside yang cukup besar dan harusnya berdampak baik," kata Alif.
2. ANTM
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka perdagangan pada pagi hari ini di level 1810 atau terkoreksi 0,82% pada penutupan perdagangan sebelumnya. Alif sendiri menilai ANTM bakal menjadi sektor yang terpengaruh sentimen positif di tengah adanya konflik Israel - Palestina.
"Sentimen positif emiten yang bermain di emas, salah satunya Antam. Kita lihat juga sudah cukup terkoreksi, sehingga cukup menarik untuk dikoleksi. Langsung masuk di level terakhir," kata Alif.
3. HRUM
PT Harum Energy Tbk (HRUM) dibuka melemah -0,85% pada pembukaan perdagangan hari ini 1745. Namun emiten ini menurut Alif juga cocok untuk dicermati di tengah kondisi depresiasi rupiah terhadap dollar yang terjadi saat ini. HRUM sendiri direkomendasikan BUY di level terbarunya.
"Permasalahan makro, rupiah dalam tekanan, maka penting untuk dicermati emiten yang pendapatannya dalam bentuk dollar, untuk mendapatkan benefit dari apresiasi USD, salah satunya HRUM," kata Alif.
4. ADRO
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga menurut Alif patut untuk dicermati. Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara itu diproyeksikan bakal lebih cuan ketika mulai memasuki dingin pada akhir tahun mendatang. Sebab menurutnya pasar Eropa atau Amerika cenderung meningkatkan permintaan batubara ketika datang musim dingin.
"Bahwa coal atau komoditas yang memiliki trend cukup kuat, kita melihat mulai memasuki musim dingin, kita lihat negara di Eropa pun sudah mulai stock fueling untuk mereka sendiri. China kita lihat demandnya cukup kuat," pungkas Alif.
Baca Selengkapnya: Saham-Saham yang Perlu Dicermati di Tengah Perang Hamas vs Israel
(Taufik Fajar)