Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Geser Terminal Bus Seberat 30.000 Ton, Insinyur China Pecahkan Rekor

Nurfathiya Efsya , Jurnalis-Rabu, 25 Oktober 2023 |19:40 WIB
Geser Terminal Bus Seberat 30.000 Ton, Insinyur China Pecahkan Rekor
Insinyur di China pindahkan terminal bus seberat 30.000 ton (Foto: Odditycentral)
A
A
A

JAKARTA - Insinyur asal Tiongkok berhasil memecahkan Rekor Dunia Guinness setelah memutar terminal bus seberat 30.000 ton di Xiamenn.

Terminal tersebut terletak di Distrik Jimei, Xiamen, Provinsi Fujian, China. Ia memutar terminal bus tersebut sejauh 288 meter dengan menggunakan ratusan dongkrak hidrolik dan rolling track.

Empat tahun lalu, pemerintah setempat memutuskan untuk memindahkan salah satu terminalnya dari satu jalan ke jalan lain. Pemindahan tersebut bertujuan untuk memberi ruang bagi proyek kereta api berkecepatan tinggi yang baru.

Setelah melewati pertimbangan mereka memutuskan untuk memutar bangunan raksasa tersebut pada sudut 90 derajat, dengan harus bergeser di permukaan tanah sekira 288 meter.

Caranya dengan menggunakan salah satu sisi sempitnya sebagai titik tumpu. Tentunya hal tersebut sulit untuk dilakukan karena struktur terminal berbobot 30.000 ton, atau setara dengan Boeing 737 yang kapasitas 170 penumpang.

Untuk dapat memutar terminal bus tersebut, para insinyur China merancang sebuah sistem yang mengandalkan jalur bergulir dan diorientasikan dengan benar dimana terminal bus akan meluncur.

Tak kurang dari 532 dongkrak hidrolik kuat dikerahkan yang mampu mengangkat struktur dari tanah dan menopangnya.

Agar meminimalisir adanya kesalahan manusia para insinyur membagi ratusan jack menjadi dua kelompok yang masing-masing dikendalikan oleh komputer. Hal ini lah yang membuat ilusi visual sehingga terminal bus tampak sedang berjalan.

Dongkrak hidrolik bekerja tanpa henti, menggerakkan terminal bus tersebut. Butuh waktu 40 hari untuk memindahkan strukturnya ke posisi baru.

Menariknya, pembangunan terminal bus Houxi pada tahun 2015 menelan biasa sekitar USD 39 juta. Sedangkan operasi untuk memindahkan ke posisi baru menelan biaya USD 7,5 juta.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement