Kemudian, OJK juga menyebutkan bahwa jumlah pertumbuhan piutang pembiayaan masih berada di level yang tinggi, yakni di angka 15,02% per tahun pada Oktober 2023 dengan jumlah Rp463,12 triliun. Hal tersebut juga didukung oleh pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 17,57% dan 13,96%.
Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) net juga tercatat sebesar 0,78% dan NPF gross sebesar 2,57%. Selain itu, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,25 kali di bawah batas maksimum 10 kali.
“Sedangkan pertumbuhan pembiayaan modal ventura di Oktober 2023 sebesar -2,95%, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp17,28 triliun,” imbuh Agusman.
Baca Selengkapnya: Pinjol Belum Mau IPO, Begini Kata OJK
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.