Sementara, inflasi diyakini tetap terkendali dalam kisaran sasaran tiga plus minus satu persen pada 2023, dan 2,5 plus minus satu persen pada 2024.
Bank Indonesia terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu pengendalian inflasi, termasuk dampak tingginya harga energi global, harga pangan domestik, dan tekanan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap imported inflation.
Oleh karenanya, BI konsisten memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran.
Selain itu, neraca transaksi berjalan pada 2023 diperkirakan berpotensi surplus 0,4 persen sampai dengan defisit 0,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) sehingga kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) akan tetap terjaga.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.