Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kaleidoskop 2023: LRT Jabodebek Beroperasi tapi Masih Banyak Gangguan

Candra Gunawan Nurhakim , Jurnalis-Senin, 25 Desember 2023 |07:10 WIB
Kaleidoskop 2023: LRT Jabodebek Beroperasi tapi Masih Banyak Gangguan
Kaleidoskop 2023 Proyek LRT Jabodebek Beroperasi meski banyak gangguan (Foto: Okezone)
A
A
A

Uji Coba Pertama

Pada tanggal 26 Desember 2022 lalu, Presiden Joko Widodo melakukan uji coba LRT Jabodebek tanpa masinis dengan rute Stasiun Harjamukti sampai Stasiun Taman Mini. Pada kesempatan tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan bahwa LRT Jabodebek merupakan transportasi yang nyaman, cepat, tidak berisik, dan tanpa masinis.

LRT Jabodebek telah dioperasikan secara uji coba dengan gratis dan dapat dinikmati oleh masyarakat umum pada 12 Juli 2023. Hal ini juga telah disampaikan oleh Manajer Public Relations Divisi LRT Jabodebek Kuswardojo dengan menyatakan bahwa masyarakat bisa menjajal LRT tersebut pada bulan Juni lalu, dan masa uji coba secara gratis akan diberlakukan selama sebulan sebelum dikenakannya tarif resmi.

"Pada saat trial rain akan bersamaan dengan ujicoba kita operasikan LRT, jadi akan kita batasi beberapa orang kalau kapasitas 700 ya tidak 700, Itu gratis, trial train itu pasti gratis," ujar Kuswardojo dalam acara sosialisasi LRT Jabodebek di Jakarta, Senin 17 April 2023.

Namun pada pengoprasian uji coba LRT Jabodetabek soft launching ternyata harus dikenakan biaya dengan tarif Rp1 sehingga tidak berlaku secara gratis lagi. Alasannya karena pengenaan tarif tersebut lantaran sistem pembayaran cashless yang mengharuskan ada nominal pada setiap kegiatan transaksi.

"Maka dengan terpaksa kami menyertakan pembayaran sebesar Rp1 pada saat taping masuk ke stasiun, meskipun pada awalnya kami memang berencana menerapkan pembayaran Rp0," katanya Manajer Humas LRT Kuswardoyo, Jumat 2 Juni 2023.

Kritik Longspan LRT Jabodebek

Saat uji coba, Wakil Menteri BUMN sempat mengkritik terkait Lengkung bentang panjang (longspan) LRT Jabodebek dari Gatot Subroto ke Kuningan karena disebut-sebut salah desain. Ia mengaku tak habis pikir dengan kontraktor yang membangun lintasan tersebut, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Dampaknya, LRT yang menuju ke Kuningan atau sebaliknya dari arah Jalan Gatot Subroto, harus melaju sangat pelan.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menyatakan bahwa pengoperasian jalur LRT Jabodebek itu sudah mendapatkan rekomendasi uji layak dari komisi keamanan jembatan dan terowongan Kementerian PUPR. Apabila kehendaknya tidak boleh, tentunya tidak akan beroperasi.

“Apakah dia berbelok di tikungan tetep kenceng, tidak kan, dia akan ngerem, sebenernya gitu aja. Jadi kalau seumpamanya itu gak layak, ya dari dulu gak akan dioperasikan. Dia akan menyesuaikan geometriknya. Ya nggak apa-apa sih, pelan-pelan kan liat pemandangan kota,” ujarnya kepada Okezone, Kamis 3 Agustus 2023.

“Ini Ketentuan bukan Kesalahan,” tambahnya.

Stafsus Erick Thohir pun turut menegaskan bahwa longspan LRT Jabodebek justru lebih efisien. Desain bentangan beton panjang yang menghubungkan antara Gatot Subroto dan Kuningan itu merupakan pilihan tepat, baik dari sisi ekonomi maupun konstruksi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement