JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) membawa kabar buruk mengenai ekonomi global. Pasalnya, IMF menyatakan terdapat kerugian fragmentasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global yang berpotensi turun mencapai angka 4,5%.
Hal tersebut terjadi dalam skenario pengurangan risiko atau de-risking yang ekstrem. Selain itu, investasi asing langsung (FDI) akan semakin mengalir di antara negara-negara yang memiliki keselarasan geopolitik dan rantai pasokan memanjang. Selain itu, ada juga peningkatan bertahap pada pembatasan perdagangan selama lima tahun terakhir atau lebih.
"Kami melihat beberapa tanda-tanda awal dari de-risking dan fragmentasi dalam data yang kami amati,” kata juru bicara IMF Julie Kozack dikutip Antara, Sabtu (13/1/2024).
Melansir riset terbaru yang dirilis dalam Proyeksi Ekonomi Regional untuk Asia dan Pasifik IMF pada Oktober 2023, juru bicara itu mengatakan staf IMF mengamati implikasi ekonomi dari strategi de-risking.
"Ditemukan bahwa mungkin ada hambatan pada pertumbuhan dari beberapa strategi ini. Sebagai contoh, studi tersebut menemukan bahwa PDB global berpotensi turun 1,8 persen dalam beberapa skenario tertentu," ujar Kozack.
Dia menjelaskan bahwa dalam skenario yang lebih ekstrem, yakni "skenario reshoring penuh", PDB global berpotensi turun 4,5%. Reshoring merupakan strategi memindahkan kembali bisnis manufaktur perusahaan di luar negeri ke negara asal.Katanya