Untuk tahun ini, lanjut Ahok, dirinya meminta agar Dewan Direksi Pertamina memotong anggaran pengadaan barang atau jasa (procurement) sebesar 50%. Permintaan ini sebelum Ahok mengajukan surat pengunduran diri kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Menurut dia, harus ada pemotongan lantaran banyak markup dalam proses procurement.
“Tahun ini saya minta, procurement pengadaan barang jasa harus potong 50%, saya nggak motong. Gua udah pelajarin semua banyak markup, banyak doubel, macam macam. Potong 50%, terus 46 lah takut gak capai kan, udah, gua mah orangnya cincai lah, kita dagang lah yang penting kan cincai, asal cuan, sama cengli ya gak,” ungkapnya.
Ya ini sebetulnya tuh urus negara ya kalau kita kepalanya lurus bawahnya nggak berani nggak lurus. Itu sih, cuma itu yang membuat saya nggak mau berhenti sebetulnya, sayang ada bonusnya,” lanjut Ahok.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)