2. Siapkan Stock 1,189 Ton Beras
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkapkan stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini sebanyak 1,189 juta ton. Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan 2 juta ton beras dari impor, yang baru terealisasi 500 ribu ton.
3. Bantuan Beras Capai 240 Ribu Ton
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, penyaluran bansos akan menggunakan beras yang diamankan Perum Bulog saat ini. Di mana, total stok yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 1,2 juta ton.
“Kita punya stok di Bulog 1,2 juta ton, yang 250.000 ton diminta untuk disiapin. Kemudian yang 200.000 ton untuk komersial, kemudian 230.000-240.000 ton untuk bantuan pangan di tanggal 15 kita mulai,” ujar Arief ditemui di Robinson Ramayana Ciplaz Klender, Jakarta Timur.
4. Penyaluran Untuk 22 Juta KPM
Bapanas menyebut bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) akan dibagikan untuk 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
“Ada 22 juta KPM diberi bantuan pangan, itu bukan politisasi sekali lagi. itu memang masyarakat terendah yang memerlukan,” ungkap Arief.
5. Anggaran Bansos Rp476 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, apabila dibandingkan anggaran serupa di APBN 2023, anggaran untuk bansos pada APBN 2024 naik sebesar Rp20 triliun, yaitu mencapai Rp476 triliun.
"Tahun ini 2024 Bansos di dalam APBN kita nilainya Rp496 triliun jadi beda Rp20 triliun, ini tentu nanti realisasi dan perkembangannya akan terus kita monitor tetapi poin saya angka Rp476 triliun tahun lalu dan Rp496 triliun tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK.
6. Mekanisme Bansos
Sri Mulyani menjelaskan bahwa bansos dilakukan dengan mekanisme melalui Kementerian Sosial dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) serta data tambahan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berfokus pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
7. Mitigasi Risiko Pangan Untuk 18,8 Juta Orang
Presiden Jokowi merilis bansos berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) berjudul mitigasi risiko pangan untuk 18,8 juta penerima. Setiap penerima akan mendapatkan BLT dengan total Rp600 ribu.
8. Persiapan Paceklik
Bayu menjelaskan bahwa untuk mengamankan stok beras nasional, terutama ketika menghadapi paceklik yang diperkirakan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Oktober, dibutuhkan persiapan panjang perlu dilakukan.
9. Panen Raya Diprediksi Capai 34 Juta Ton
Arief memperkirakan produksi beras nasional sesuai Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) pada panen raya Maret mendatang bisa melebihi 34 juta ton.
“Artinya, bulan Maret kita harapkan harga beras bisa turun sedikit,” harapnya
10. Siapkan Penyerapan Optimal
Selama masa panen, Bapanas dan Kementerian Pertanian akan berkoordinasi mempersiapkan penyerapan yang optimal guna mencegah jatuhnya harga di tingkat petani.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.